BNPB Catat 3752 Gempa Susulan Guncang NTT Hingga Agustus 2026

Share

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 3.752 gempa susulan mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Kamis (20/8/2026) sore, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Rentetan guncangan tersebut telah menyebabkan puluhan ribu rumah warga mengalami kerusakan fisik.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Suar Pelita Panjaitan, mengonfirmasi lonjakan angka kejadian tersebut dalam konferensi pers secara daring. Selain itu, petugas di lapangan juga masih merasakan guncangan berskala lumayan besar.

"Hingga hari ini, Kamis 20 Agustus 2026, itu pada pukul 16.00 WIB, total jumlah gempa susulan sudah mencapai 3.752," kata Berton Suar Pelita Panjaitan, Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan di BNPB.

Tim penanggulangan bencana yang berada di lokasi kejadian turut merasakan getaran kuat yang terjadi pada Kamis pagi hari.

"Gempa ini terus dirasakan baik yang besar maupun kecil, dan kami sendiri dari pagi hari merasakan gempa susulan yang sangat besar. Pada pukul 10.47 menit waktu setempat, kami merasakan gempa berkekuatan 5,7 magnitudo," kata Berton Suar Pelita Panjaitan.

Guna mengantisipasi risiko bahaya akibat struktur bangunan yang rapuh pascagejala seismik berkelanjutan, otoritas mengimbau warga agar memeriksa kondisi tempat tinggal mereka secara cermat.

"Dengan masih banyaknya gempa susulan dan tergolong besar, masyarakat dihimbau untuk tetap waspada dan tetap siap siaga. Bagi bagi warga di daerah terdampak, perlu dipastikan kondisi bangunan apabila akan memasuki bangunan tersebut," kata Berton Suar Pelita Panjaitan.

Proses pemutakhiran data kerusakan infrastruktur perumahan terus berjalan seiring makin meluasnya pendataan dari petugas lapangan.

"Rumah yang rusak menurut data kami, kami perbaharui data-data kami ini menjadi 36.163 unit. Bertambah di catatan kami karena pendataan yang semakin akurat ada 7.187 unit," kata Berton Suar Pelita Panjaitan.

Di sisi lain, upaya pendorongan pasokan logistik darurat ke wilayah terdampak juga dipercepat guna memenuhi kebutuhan para pengungsi.

"Kami menyampaikan bahwa per tanggal 19 Agustus 2026, logistik yang dikirimkan sebesar 167 ton. Dan hari ini kami juga sudah berhasil mengirimkan 42 ton untuk donasi dan 60 ton untuk dari dana DSP, sehingga total hari ini yang bisa dikirim mencapai 102 ton," kata Berton Suar Pelita Panjaitan.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: bencana alam bnpb Gempa NTT
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author