BNI Salurkan Bantuan Darurat dan Operasikan Mobil Layanan di Flores

Share

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menyalurkan bantuan kemanusiaan serta memastikan keberlangsungan layanan perbankan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di sejumlah wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (16/8/2026), dilansir dari Detik Finance.

Penyaluran logistik darurat ini difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi. BNI berkoordinasi langsung dengan pemerintah daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mendata kebutuhan di lapangan.

"Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban dan turut prihatin atas musibah yang dialami masyarakat. Dalam kondisi tanggap darurat, BNI hadir untuk membantu memenuhi kebutuhan yang paling mendesak agar dukungan dapat segera dirasakan masyarakat terdampak," ujar Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo.

Tahap awal program BNI Berbagi ini mendistribusikan kebutuhan pokok berupa air mineral, beras, mi instan, telur, minyak goreng, susu, biskuit, popok bayi, dan peralatan dapur. Pengiriman bantuan dilakukan secara bertahap ke Ende, Borong, Labuan Bajo, Maumere, dan Ruteng.

"Penyaluran ini merupakan bantuan tahap awal BNI. Kami akan terus memantau perkembangan kondisi dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta BPBD untuk menentukan dukungan lanjutan yang paling dibutuhkan masyarakat," kata Okki.

Proses pendistribusian logistik dipastikan akan berlangsung secara berkelanjutan mengikut skala prioritas kebutuhan warga di lokasi bencana.

"Bantuan akan terus kami salurkan secara bertahap dengan menyesuaikan perkembangan kebutuhan di lapangan. BNI akan terus hadir dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta BPBD untuk mendukung masyarakat selama masa tanggap darurat hingga proses pemulihan," kata Okki.

Aksi tanggap darurat tersebut merupakan bagian dari sinergi Keluarga Besar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah koordinasi Danantara Indonesia.

Di samping menyalurkan logistik, BNI menjamin operasional perbankan tetap berjalan. Dari total 25 outlet di area Ende dan Maumere, sebanyak 24 kantor cabang tetap melayani nasabah secara normal.

Satu fasilitas yaitu KCP Borong terpaksa ditutup sementara akibat kerusakan fisik pada bangunan. Selain itu, sebanyak 65 dari 67 mesin ATM di area tersebut tetap berfungsi optimal, sedangkan dua mesin ATM di KCP Borong nonaktif sementara.

Guna mengatasi gangguan di KCP Borong, BNI mengerahkan armada O-Branch atau layanan gerak sebagai pemulihan operasional (business continuity plan). Nasabah juga diimbau memanfaatkan jaringan kantor terdekat serta kanal transaksi digital.

"Keselamatan pegawai dan nasabah menjadi prioritas. Dengan dukungan jaringan kantor, O-Branch, serta kanal elektronik dan digital, kami memastikan kebutuhan layanan perbankan masyarakat tetap dapat terlayani selama proses pemulihan," jelas Okki.

Layanan di KCP Borong akan dibuka kembali secara penuh setelah verifikasi kelayakan dan keamanan struktur bangunan selesai dilakukan.

"BNI akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung penanganan pascabencana. Kami berharap kondisi di wilayah terdampak segera pulih dan masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal," kata Okki.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: BNI gempa Flores NTT perbankan
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author