BNI Perkuat Tata Kelola SDM Lewat Lisensi Lembaga Sertifikasi
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memperkuat tata kelola pengembangan sumber daya manusia melalui pengoperasian Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) berlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi serta penerapan standar internasional di BNI Corporate University, Jakarta, pada 6 Agustus 2026.
Langkah penguatan tata kelola ini ditandai melalui penyerahan Sertifikat Lisensi LSP BNI dari Ketua BNSP Syamsi Hari kepada Direktur Human Capital & Compliance BNI Munadi Herlambang, dilansir dari Detik Finance. Lembaga tersebut juga meraih Sertifikat ISO 21001:2018 dan Letter of Compliance ISO 30422:2022.
Lisensi resmi dari BNSP sejatinya telah diperoleh oleh LSP BNI sejak 19 Juni 2026 yang lalu. Berbekal lisensi ini, lembaga internal tersebut memiliki wewenang menyelenggarakan sertifikasi kompetensi kerja secara independen, profesional, objektif, dan akuntabel.
Pada masa operasional awal, institusi ini memfasilitasi tujuh skema sertifikasi pada area strategis termasuk general banking dan internal audit. Ke depan, jenis sertifikasi diproyeksikan merambah ranah digital banking, kecerdasan buatan (AI), manajemen risiko, serta teknologi informasi.
Direktur Human Capital & Compliance BNI Munadi Herlambang menjelaskan bahwa keberadaan lembaga ini krusial demi memastikan peningkatan kompetensi karyawan berjalan terukur serta adaptif terhadap iklim industri keuangan.
"LSP BNI menjadi fondasi penting dalam membangun SDM yang kompeten sekaligus memperkuat tata kelola perusahaan. Sertifikasi kompetensi memastikan setiap insan BNI memiliki standar profesionalisme yang mampu mendukung transformasi bisnis perusahaan," ujar Munadi Herlambang.
Peningkatan aspek mutu di lingkungan internal terus diupayakan lewat raihan standar global. Standar ISO 21001:2018 sukses dikantongi pada 15 Mei 2026, sedangkan pemenuhan Letter of Compliance ISO 30422:2022 diamankan pada 4 Agustus 2026.
"BNI akan terus meningkatkan mutu dan kapabilitas LSP agar tidak hanya mendukung kebutuhan internal, tetapi juga dapat menjadi salah satu referensi dalam pengembangan sumber daya manusia di industri perbankan nasional," kata Munadi Herlambang.
Ekosistem edukasi dan standardisasi yang dibentuk ini berjalan selaras dengan strategi transformasi BUMN di bawah koordinasi Danantara Indonesia. Lembaga ini menempatkan pengembangan talenta, budaya kerja, inovasi, serta penciptaan nilai sebagai pilar utama daya saing global.