BMW Indonesia Catat Penjualan Mobil Premium Tetap Stabil
Penjualan kendaraan roda empat kelas premium merek BMW di Jakarta dilaporkan belum terimbas oleh lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) global yang dipicu oleh gangguan pasokan akibat ketegangan di Timur Tengah pada Kamis (25/6).
Kondisi pasar yang tetap kuat ini mempermudah proses distribusi kendaraan kepada konsumen, seperti dilansir dari Detik Oto. Tingginya minat pelanggan membuat lini produk kendaraan mewah ini tetap diminati tanpa memerlukan strategi penjualan yang agresif.
"Sejauh ini tidak (ada pengaruhnya). Dan saya rasa itu cukup penting. Kami sangat lancar membawa mobil keluar (dealer), tak perlu bekerja keras, dan memang konsumen kami menunggu model-model BMW tersebut," ungkap Sunny Medalla, President Director BMW Group Indonesia.
Pihak manajemen mengklaim performa niaga mereka sepanjang semester pertama tahun 2026 mencatatkan hasil positif dengan perluasan pangsa pasar di segmen kendaraan mewah. Pertumbuhan basis konsumen baru tersebut didorong oleh pelaksanaan program khusus seperti Festival of Joy, serta persiapan keikutsertaan dalam pameran otomotif GIIAS yang dijadwalkan berlangsung bulan depan.
"Dan sekarang kami juga sangat bersemangat menyambut pameran GIIAS bulan depan karena kami memiliki lini produk yang sangat menarik buat pelanggan dan akan ada peluncuran The New iX3, di mana ini merupakan model pertama BMW Neue Klasse," sambung Sunny.
Dalam operasionalnya di pasar domestik, agen pemegang merek ini mengandalkan beberapa tipe kendaraan sebagai pilar utama untuk mendongkrak angka emisi penjualan tahunan mereka.
"Kami punya tiga tahun ini. Ada X1, X5, dan Seri 3 sebagai top model penjualan," kata Sunny.
Sebagai langkah memperkuat portofolio produk di Indonesia, perusahaan otomotif asal Jerman ini juga baru saja memperluas pilihan bagi konsumen dengan meluncurkan tiga varian sport berperforma tinggi, yakni tipe M2, M2 CS, dan M3 Touring.