BMKG Prakirakan Gangguan Atmosfer Global Picu Hujan di Makassar
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah IV Makassar memprakirakan cuaca di wilayah Kota Makassar dan sekitarnya berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada siang sampai sore hari, Sabtu, 23 Mei 2026.
Kondisi cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang terjadi di awal musim kemarau ini dipicu oleh fenomena gangguan atmosfer secara global serta faktor Madden-Julian Oscillation atau MJO.
Pihak BMKG merilis informasi perubahan cuaca tersebut sebagai langkah mitigasi agar masyarakat dapat mengantisipasi dampak hujan serta angin kencang sebelum beraktivitas di luar ruangan.
Massa udara lembap terbawa menuju Sulawesi Selatan karena suhu muka laut yang hangat di Laut Banda meningkatkan suplai uap air ke atmosfer melalui pergerakan angin timuran.
"Kondisi ini dipengaruhi aktifnya empat gelombang ekuator, yaitu Depresi Tropis, MJO, Gelombang Rossby, dan Gelombang Kelvin secara bersamaan yang mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia," ujar Prakirawan BMKG Retno Noviana di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin.
Gelombang atmosfer berskala besar di wilayah tropis yang masih berlangsung juga terus menggerakkan cuaca dengan menciptakan pola awan konvektif potensial.
"Suhu muka laut yang hangat di Laut Banda juga meningkatkan suplai uap air ke atmosfer. Ini yang dibawa oleh angin timuran sehingga membawa massa udara lembap menuju Sulawesi Selatan, sehingga peluang hujan cukup tinggi di Sulsel," katanya menjelaskan.
Intensitas hujan di wilayah Makassar diprediksi akan mulai mereda dalam waktu dua hari ke depan berdasarkan analisis tim meteorologi.
"Untuk wilayah Makassar dan sekitarnya, sampai besok (hujan), lusa sudah mulai berkurang," paparnya Ketua Tim Bidang Meteorologi dan prakirawan cuaca senior BMKG Wilayah IV Makassar Risky Yudha Pahlawan.
Suhu udara di wilayah Sulawesi Selatan diprakirakan berada pada kisaran 20-31 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara mencapai rentang 80-100 persen.
Pergerakan angin bertiup dari arah Utara ke Timur dengan kecepatan berkisar antara 7 hingga 27 kilometer per jam, disertai peringatan waspada potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir di Sulsel bagian utara dan timur.