BMKG Tetapkan Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Besok 8 Agustus 2026
BMKG mengeluarkan prakiraan cuaca untuk Provinsi Jawa Tengah pada Minggu, 8 Agustus 2026, yang memperkirakan kondisi cuaca bervariasi antara cerah dan berawan di berbagai wilayah dengan suhu dan kelembaban yang khas musim kemarau.
Secara umum, wilayah Jawa Tengah diprediksi mengalami cuaca cerah hingga berawan dengan suhu rata-rata berkisar antara 21 hingga 33 derajat Celsius. Kelembaban udara diperkirakan berada di kisaran sedang hingga tinggi, yakni antara 60% hingga 95%, yang merupakan ciri khas musim kemarau di daerah ini. Angin bertiup dengan kecepatan ringan, datang dari arah timur laut yang biasa terjadi pada musim ini, sehingga kondisi cuaca relatif stabil dan nyaman untuk aktivitas luar ruangan.
Wilayah pesisir seperti Semarang diperkirakan akan berawan dengan suhu maksimum mencapai 33 derajat Celsius, sementara daerah pegunungan seperti Wonosobo dan Banjarnegara diperkirakan cerah dengan suhu lebih sejuk sekitar 21 hingga 26 derajat Celsius. Curah hujan sangat kecil atau hampir tidak ada, sehingga potensi hujan sangat rendah pada hari tersebut.
Wilayah Utara dan Pesisir
Di wilayah utara dan pesisir Jawa Tengah, termasuk Semarang dan sekitarnya, cuaca diperkirakan berawan dengan suhu berkisar 27-33 derajat Celsius dan kelembaban antara 70-90%. Angin bertiup dari timur laut dengan kecepatan 5-10 km/jam, sehingga tidak menimbulkan gangguan berarti.
Wilayah Dataran Tinggi dan Tengah
Wilayah dataran tinggi seperti Magelang, Wonosobo, dan Banjarnegara diperkirakan cerah hingga berawan dengan suhu yang lebih sejuk, antara 21-28 derajat Celsius. Kelembaban di daerah ini relatif lebih tinggi, sekitar 75-95%, yang membuat udara terasa segar di pagi dan malam hari.
Wilayah Selatan Jawa Tengah
Bagian selatan Jawa Tengah, termasuk Cilacap dan Kebumen, diperkirakan cerah dengan suhu antara 24-32 derajat Celsius. Kelembaban di wilayah ini diperkirakan mencapai 65-85%, kondisi yang sesuai dengan musim kemarau yang sedang berlangsung.
Konteks dan Dampak Cuaca
Prakiraan ini penting bagi masyarakat dan pelaku usaha di Jawa Tengah untuk menyesuaikan aktivitas sehari-hari, terutama bagi petani dan pelaku pariwisata yang sangat bergantung pada kondisi cuaca. Dengan suhu dan kelembaban yang stabil, risiko gangguan akibat cuaca buruk dapat diminimalisir.
Berdasarkan data BMKG, kondisi udara kabur yang sempat terjadi di beberapa wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta pada periode sebelumnya juga mulai berkurang, menunjukkan perbaikan kualitas udara yang signifikan di kawasan sekitar Jawa Tengah. Hal ini menjadi kabar baik untuk kesehatan masyarakat yang selama ini terdampak kabut asap.
Perkiraan Angin dan Kelembaban Musim Kemarau
Angin musim kemarau di Jawa Tengah umumnya bertiup dari arah timur laut, membawa udara kering yang menyebabkan kelembaban udara turun. Pada 8 Agustus 2026, kelembaban udara di daerah perkotaan seperti Yogyakarta diperkirakan berkisar antara 65 hingga 90%, sesuai dengan pola musim kemarau yang sedang berlangsung.
| Wilayah | Cuaca | Suhu (°C) | Kelembaban (%) | Kecepatan Angin (km/jam) |
|---|---|---|---|---|
| Semarang | Berawan | 27-33 | 70-90 | 5-10 (Timur Laut) |
| Wonosobo | Cerah | 21-26 | 75-95 | 3-8 (Timur Laut) |
| Cilacap | Cerah | 24-32 | 65-85 | 4-9 (Timur Laut) |
"Prakiraan cuaca ini dapat menjadi acuan bagi masyarakat untuk menyesuaikan aktivitasnya serta menjaga kesehatan selama musim kemarau yang sedang berlangsung," ujar Kepala BMKG Jawa Tengah, dalam keterangan resmi.