BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat di Tengah El Nino Menguat
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan delapan wilayah di Indonesia berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat pada Rabu (5/8/2026) di tengah ancaman kekeringan yang meluas akibat fenomena El Nino kuat.
Peringatan dini BMKG mencatat wilayah berstatus Waspada hujan lebat meliputi Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Kalimantan Utara, dan Papua. Potensi hujan lokal ini didorong oleh aktivitas Gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial serta sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat Bengkulu.
Selain hujan, BMKG juga memprakirakan angin kencang berkecepatan lebih dari 25 knot melanda sejumlah perairan dan wilayah daratan, seperti Aceh, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Maluku, hingga Papua Barat, yang berpotensi meningkatkan tinggi gelombang laut.
Penyebaran hujan lokal ini terjadi di tengah dominasi kondisi kering secara nasional. Hasil monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) hingga akhir Juli 2026 menunjukkan 1.657 titik pengamatan mengalami HTH Sangat Panjang (31–60 hari) dan 306 titik mengalami HTH Ekstrem Panjang lebih dari 60 hari, dengan durasi terpanjang tercatat di Bantul, D.I. Yogyakarta mencapai 90 hari.
Kondisi kemarau ekstrem ini dipicu oleh indeks El Nino kuat (Niño 3.4 sebesar +2,45 dan SOI -29,2) serta nilai IOD Positif (+0,44). Fenomena tersebut menekan pembentukan awan hujan, sehingga sekitar 92,59 persen wilayah Indonesia mengalami curah hujan kategori rendah pada awal Agustus 2026.
Dampak kekeringan juga memicu ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dengan sebaran asap yang mulai terdeteksi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan. Bahkan, asap dari Kalimantan Barat berpotensi melintas hingga ke wilayah Sarawak, Malaysia.
Sementara itu di wilayah DKI Jakarta, BMKG memprakirakan cuaca didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan pada 5–6 Agustus 2026 dengan suhu udara maksimum mencapai 32 derajat celsius, sebelum sebagian wilayah berangsur cerah berawan pada Jumat (7/8/2026).
"Kondisi tersebut didukung oleh aktivitas Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuatorial serta anomali OLR negatif yang mengindikasikan peningkatan tutupan awan di sebagian wilayah Indonesia bagian barat hingga tengah," tulis BMKG.
BMKG menambahkan keterangan resmi terkait kondisi cuaca nasional menjelang pertengahan Agustus.
"Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi cerah berawan hingga hujan ringan," tulis BMKG.
Informasi cuaca untuk wilayah Jakarta juga disampaikan secara berkala melalui pembaruan prakiraan harian.
"Rabu, 5 Agustus 2026 pagi hari (07.00 – 13.00 WIB) secara umum cerah berawan-berawan," tulis BMKG.
BMKG memperkirakan potensi presipitasi singkat akan terjadi di area terbatas pada sore hari.
"Siang dan sore Hari (13.00 – 19.00 WIB): Secara umum cerah berawan – berawan; berpotensi hujan ringan di sebagian wilayah Jakarta Selatan, Kab. Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota dan Kab. Bogor," tulis BMKG.