Bitcoin Anjlok 27 Persen Sepanjang Tahun Berjalan Mengekor Bursa Saham

Share

Pasar aset digital terus menunjukkan tren penurunan dan belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Kontraksi ini terjadi seiring dengan pergerakan Bitcoin yang seolah mengekor pelemahan yang dialami oleh bursa saham global serta Indonesia.

Seperti dilansir dari Bloomberg Technoz, catatan penurunan nilai Bitcoin bahkan sudah menyentuh angka 27% sepanjang tahun berjalan atau year-to-date (ytd). Tren negatif ini memperpanjang koreksi aset kripto utama tersebut di pasar keuangan.

Berdasarkan hasil pencatatan perdagangan sementara pada Kamis (4/6/2026) hingga pukul 10.25 waktu Indonesia, Bitcoin mengalami pelemahan sebesar 3,9% jika dibandingkan dengan posisi hari sebelumnya. Nilai aset digital tersebut kini bertengger di level US$63.851 atau setara dengan kisaran Rp1,14 miliar.

Kondisi pergerakan harga saat ini kian mendekati ambang batas 50% lebih rendah dari rekor tertinggi sepanjang masa atau all-time high (ATH). Rekor tertinggi Bitcoin tersebut sebelumnya sempat tercipta pada bulan Oktober lalu yang berada pada kisaran US$126.000.

Situasi pasar sekarang tidak lagi didominasi oleh investor yang bersikap optimis seperti pada akhir kuartal 2025. Pada periode tersebut, arus permintaan pasar terpantau sangat kuat hingga total kapitalisasi pasar aset kripto sempat menyentuh angka US$4,24 triliun dengan Bitcoin berada di level US$125.687.

Mengutip data dari CoinMarketCap, nilai kapitalisasi pasar kripto kini tersisa sebesar US$2,3 triliun. Penurunan ini sejalan dengan tingkat optimisme pelaku pasar yang merosot tajam dalam beberapa waktu terakhir.

Kondisi sentimen pasar aset kripto saat ini ditunjukkan oleh Fear and Greed Index yang berada di angka 20 dari total skala 100. Satuan pengukuran ini menunjukkan angka 100 sebagai cerminan optimisme tertinggi, sedangkan angka 0 menandakan sentimen paling pesimis.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author