Bioskop Trans TV Menayangkan To Catch a Killer Malam Ini
Bioskop Trans TV menayangkan film bergenre thriller-action berjudul To Catch a Killer pada Jumat, 22 Mei 2026 pukul 23.00 WIB. Sinema yang menampilkan aktris Shailene Woodley sebagai bintang utama ini dijadwalkan hadir setelah penayangan film Term Life.
Dilansir dari wolipop.detik.com, film yang dirilis tahun lalu ini merupakan karya sutradara Damian Szifron. Sutradara asal Argentina tersebut juga merangkap sebagai penulis skenario bersama Jonathan Wakeham.
Sebelum menggarap film ini, Damian Szifron dikenal melalui sejumlah karya terdahulu. Beberapa di antaranya meliputi film Tiempo de valientes yang dirilis pada tahun 2005 serta Wild Tales pada tahun 2014.
Selain Shailene Woodley, film ini juga didukung oleh jajaran aktor ternama lainnya. Nama-nama seperti Ben Mendelsohn, Ralph Ineson, dan Jovan Adepo turut mengambil peran dalam sinema menegangkan ini.
Dari segi finansial, film ini tercatat hanya mampu meraup pemasukan box office sebesar US$ 3,1 juta di seluruh dunia. Kendati demikian, performa film ini mendapatkan apresiasi yang cukup baik dari pemirsa dengan raihan rating mencapai 6.6/10 bintang di situs IMDb.
Alur cerita dalam sinopsis film ini berfokus pada karakter Elena Vossen, seorang detektif yang diperankan oleh Shailene Woodley. Elena mendadak terlibat dalam sebuah investigasi yang sangat menegangkan di kota Baltimore.
Penyelidikan tersebut dilakukan setelah terjadinya serangkaian kasus pembunuhan brutal yang mengguncang kota. Demi menangkap pelaku pembunuhan berantai tersebut, Elena harus bekerja sama secara intensif dengan agen kepolisian federal atau FBI yang sudah berpengalaman.
Insting yang tajam serta keterampilan analitis yang mumpuni kemudian membawa Elena masuk ke dalam labirin misteri yang rumit. Setiap petunjuk baru yang ia temukan perlahan mulai mengungkap sisi gelap dari sifat manusia.
Di tengah situasi tersebut, Elena juga menghadapi tekanan masif dari pihak media massa dan masyarakat luas. Kondisi ini memaksanya untuk berhadapan kembali dengan trauma masa lalu serta mempertanyakan batasan moral pribadinya demi menegakkan keadilan.
Secara keseluruhan, sinema ini mengangkat tema mengenai obsesi dan pengorbanan yang mendalam. Kisahnya juga menyoroti bagaimana sebuah kebenaran dapat menjadi sangat subjektif bagi masing-masing individu.