Bill Gates Pernah Protes Pembajakan Software Melalui Surat Terbuka

Share

Praktik penggandaan perangkat lunak secara ilegal telah menjadi tantangan besar sejak fajar industri komputer personal. Permasalahan ini pernah memicu kekecewaan mendalam dari pendiri Microsoft, Bill Gates, sekitar 50 tahun lalu.

Melalui dokumen arsip The New York Times, salinan surat tertanggal Februari 1976 mengungkapkan kejengkolan pria bernama lengkap William Henry Gates III tersebut. Seperti dilansir dari Detik iNET, Gates menyoroti tindakan para penghobi komputer yang menyebarkan Micro-Soft Altair BASIC tanpa izin.

Perangkat lunak tersebut merupakan produk komersial perdana buatan Gates bersama Paul Allen. Program ini dirancang khusus untuk MITS Altair 8800, komputer rakitan tanpa papan ketik dan layar standar yang menjadi pemantik revolusi PC desktop pada 1975.

Gates merincikan seluruh beban finansial produksi, mulai dari biaya pengembangan hingga waktu penggunaan komputer. Namun, fakta di lapangan menunjukkan mayoritas pengguna Altair BASIC tidak pernah membeli lisensi resmi.

Kondisi tersebut membuat Gates melontarkan kritik tajam secara terbuka dalam suratnya yang bertajuk An Open Letter to Hobbyists.

"Sebagaimana yang pasti disadari oleh sebagian besar penghobi, kebanyakan dari Anda mencuri perangkat lunak Anda. Perangkat keras harus dibayar, tetapi perangkat lunak dianggap sebagai sesuatu untuk dibagikan secara cuma-cuma. Siapa yang peduli apakah orang-orang yang mengerjakannya mendapatkan bayaran?" tulis Gates.

Ia menegaskan bahwa ekosistem pengembangan perangkat lunak berkualitas hanya dapat bertahan jika para pengguna bersedia membayar. Tingginya biaya operasional membuat Micro-Soft kala itu sekadar mencapai titik impas.

Gates menekankan bahwa dukungan finansial dari komunitas akan mendorong iklim kerja yang lebih produktif bagi para pengembang.

"Tidak ada hal yang lebih membahagiakan bagi saya selain bisa mempekerjakan sepuluh pemrogram dan membanjiri pasar penghobi dengan perangkat lunak berkualitas," tegasnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author