Bilal Hasan Kalahkan Mridul Saikia di DWCS Season 10 Week 1
Petarung seni bela diri campuran keturunan Indonesia Bilal Hasan sukses memetik kemenangan atas wakil India Mridul Saikia dalam panggung Dana White's Contender Series Season 10 pekan pertama di Meta APEX, Las Vegas, Amerika Serikat, pada Selasa, 11 Agustus 2026 malam waktu setempat.
Kemenangan dalam duel kelas terbang ini menjadi langkah penting bagi petarung berusia 25 tahun tersebut untuk memperebutkan kontrak resmi dari Presiden UFC Dana White. Hasil positif tersebut sekaligus memperpanjang rekor tak terkalahkan milik Bilal menjadi sembilan kemenangan di arena profesional.
Sebelum duel berlangsung, laga ini menyita perhatian saat sesi penimbangan badan dan adu tatap. Bilal yang mengenakan celana hitam sempat menjahili Saikia dengan berpura-pura menyodorkan tangan untuk bersalaman, sebelum menariknya kembali untuk membenahi rambut. Aksi humor tersebut ditanggapi Saikia dengan tawa sebelum keduanya mengepalkan tangan bersama.
Pertarungan melawan Saikia juga membawa misi pribadi bagi Bilal. Selain ingin mengamankan tempat di organisasi MMA terbesar dunia, ia bertekad membalas kekalahan sesama petarung Indonesia, Jeka Saragih, yang sebelumnya pernah ditundukkan wakil India Anshul Jubli pada ajang Road to UFC.
Sebelum melakoni laga ini, pemegang sabuk juara Cage Fury Fighting Championship tersebut melengkapi persiapannya dengan berguru pada mantan juara UFC Demetrious Johnson di Charlie's Combat Club, Washington, demi memperdalam teknik pertarungan bawah.
Di sisi lain, Saikia harus merelakan rekor bertandingnya tercoreng menjadi dua kekalahan dari 11 pertarungan. Sebelum laga ini, petarung berjuluk The Crusher tersebut datang membawa modal kemenangan kuncian guillotine choke atas Himanshu Kaushik.
"Jeka sudah membuka jalan dan saya akan mengikuti jejaknya serta menjadi lebih baik. Insya Allah satu hari nanti saya akan melakukannya dengan baik," kata Bilal.
Ia menegaskan komitmennya untuk terus mematangkan seluruh aspek bertarung demi membawa nama Indonesia di tingkat global.
"Ini akan menjadi India vs Indonesia 2, tapi kali ini Indonesia akan menang! Insya Allah," ujar Bilal.
Keinginan besar untuk mewakili warisan leluhurnya menjadi alasan utama sang petarung tampil habis-habisan di panggung DWCS.
"Saya suka DWCS karena di sini, UFC membuatkan cerita untuk semua petarung," katanya.
Ia mengapresiasi cara penyelenggara menyoroti latar belakang setiap atlet yang bertanding.
"Mereka suka cerita petarung datang mencoba mencari jalan mereka ke UFC," kata Bilal.
Format acara ini dinilainya sangat efektif untuk memperkenalkan identitas budayanya kepada khalayak luas.
"Jadi, DWCS keren sekali karena bikin storyline, mereka menunjukkan siapa Anda, apa yang Anda wakili, jadi sangat berarti buat saya, keluarga, dan sisi Indonesia," kata Bilal.
Ia merasa bangga bisa membawa nama Indonesia di hadapan penonton internasional.
"Saya bisa menunjukkan sisi Indonesia saya kepada orang-orang Amerika yang banyak sekali menonton Contender Series," imbuh Bilal.
Mengenai persiapan fisik dan mental sebelum memasuki oktagon, ia membeberkan sejumlah kebiasaan unik yang wajib dilakukannya.
"Harus makan nasi, itu nomor satu," kata Bilal.
Selain asupan makanan, musik juga menjadi bagian tak terpisahkan dari ritual menjelang laga.
"Harus dengar lagu Michael Jackson. Saya suka sekali Michael Jackson. Sebelum bertanding saya selalu mendengarkan Michael Jackson, lagu Billie Jean," kata Bilal.
Asupan cairan dan minuman hangat juga masuk dalam daftarnya.
"Harus minum kopi, banyak air. Gampang," kata Bilal.
Tidak hanya musik, karya film Indonesia juga menjadi sumber inspirasi bagi gaya bertarungnya.
"Salah satu film favorit saya adalah The Raid. Biasanya sebelum pertarungan, saya menonton film itu juga. Saya suka The Raid yang pertama," kata Bilal.
Kagum pada aksi bela diri di layar lebar, ia berencana mendalami seni beladiri tradisional Indonesia di masa mendatang.
"Pencak silat? Belum, tetapi saya ingin mempelajarinya," tukas Bilal.
Meskipun telah menguasai berbagai disiplin bela diri lain, ia tetap berambisi menguasai pencak silat.
"Saat ini saya pernah melakukan taekwondo, kickboxing, tinju, gulat, jiu jitsu. Tetapi suatu hari nanti saya ingin belajar pencak silat. Saya ingin seperti Iko Uwais," kata Bilal.
Ajang DWCS Season 10 diprogramkan berlangsung selama 10 pekan hingga 13 Oktober 2026 dengan menyajikan total sekitar 50 pertarungan. Selain duel Bilal melawan Saikia, pekan pertama juga menghadirkan kemenangan Joe Kropschot atas Jon Kunneman melalui keputusan mutlak, serta kemenangan Tom Pagliarulo atas Ananias Mulumba.