Bhuwanatala Indah Permai Private Placement 502,86 Juta Saham

Share

Emiten sektor properti dan real estat, PT Bhuwanatala Indah Permai Tbk (BIPP), merencanakan aksi korporasi berupa penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu atau private placement sebanyak-banyaknya 502,86 juta saham Seri B pada Jumat, 21 Agustus 2026. Langkah penggalangan dana ini ditargetkan untuk memperkuat struktur permodalan serta menopang modal kerja perseroan.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, penerbitan saham baru bernilai nominal Rp100 per saham tersebut setara dengan maksimal 10 persen dari modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh. Jika seluruh saham Seri B tersebut terserap pada nilai nominalnya, BIPP berpotensi meraup dana segar sekitar Rp50,29 miliar.

Manajemen perseroan memproyeksikan efisiensi dilusi kepemilikan saham bagi para pemegang saham eksisting berada di tingkat maksimum 9,09 persen setelah aksi korporasi ini selesai dilaksanakan.

"Bilamana PMTHMETD ini dilaksanakan maka pemegang saham Perseroan akan terkena dilusi kepemilikan sebanyak-banyaknya 9,09%," tulis manajemen BIPP dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia.

Pihak perseroan mengonfirmasi bahwa penentuan harga pelaksanaan final dan calon investor yang akan mengeksekusi saham baru tersebut masih belum ditetapkan. Pelaksanaan private placement dijadwalkan bakal meminta persetujuan para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 25 September 2026, dengan tenggat waktu eksekusi paling lambat dua tahun sejak persetujuan didapatkan.

Seluruh dana bersih hasil penggalangan modal ini rencananya dialokasikan untuk penambahan modal kerja serta ekspansi pengembangan usaha BIPP maupun entitas anak. Portofolio lini bisnis BIPP saat ini mencakup penyewaan perkantoran seperti Graha BIP dan The Victoria, jaringan perhotelan di Bali, pusat perbelanjaan Mall Star Square Manado, hingga proyek hunian Citra Maja Raya 2.

Aksi korporasi ini berlangsung di tengah dinamika kinerja keuangan perseroan. Pada kuartal I-2026, BIPP mencatatkan peningkatan rugi bersih menjadi Rp16,2 miliar dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp4,6 miliar, seiring dengan penurunan pendapatan sebesar 42,2 persen menjadi Rp36,6 miliar. Sementara itu, pergerakan harga saham BIPP di bursa terpantau menguat 17,46 persen ke level Rp74 per saham pada sesi I pasar saham.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author