BGN Hentikan Dapur SPPG Karangturi Usai Dugaan Keracunan MBG

Share

Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Karangturi Semarang dihentikan sementara akibat insiden dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis yang menimpa ratusan siswa serta belasan guru SMKN 6 Semarang, dilansir dari Detikcom.

Keputusan penghentian layanan fasilitas tersebut diambil demi memprioritaskan keselamatan seluruh penerima manfaat program. Investigasi lintas sektor langsung digelar untuk mendalami penyebab utama gangguan kesehatan para korban.

"Kemarin (Jumat-31/7) kami sudah melakukan investigasi lintas sektor yang melibatkan Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Semarang, Koordinator Regional Jawa Tengah, Koordinator Wilayah Kota Semarang, Koordinator Kecamatan Semarang, Babinsa, Kepolisian (Polrestabes), dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang. Makanya dapur kami suspend sementara karena buat kami di BGN, keselamatan penerima manfaat jadi yang utama dan prioritas," kata Koordinator KPPG Semarang Hadi Riajaya.

Tim gabungan terus melakukan penanganan medis serta pemantauan intensif terhadap kondisi para siswa dan guru yang terdampak.

"Kami bergerak cek kondisi penerima manfaat yang terdampak, yang dibawa ke Puskesmas sampai yang dilarikan ke Rumah Sakit untuk rawat inap. Sampai saat ini terus kita pantau dan evaluasi termasuk tahapan demi tahapan kronologisnya kami dalami," ujar Hadi Riajaya.

Proses pengolahan hidangan dimulai sejak kedatangan bahan baku pada Rabu (29/7) sore. Tim pengolahan melakukan persiapan, pencucian, pengukusan tahu, hingga marinasi daging ayam sebelum memasak bumbu rendang dan sayuran pada Kamis (30/7) dini hari.

Makanan tersebut didistribusikan dalam dua tahap pada Kamis pagi setelah lulus uji organoleptik oleh ahli gizi. Namun, pihak sekolah baru melaporkan timbulnya keluhan mual, muntah, dan diare pada Jumat (31/7) pagi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author