BEI Buka Suspensi Saham SHIP dan Masukkan ke Pemantauan Khusus

Share

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi membuka kembali penghentian sementara atau suspensi perdagangan saham PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP) mulai sesi I perdagangan hari Senin, 22 Juni 2026.

Langkah pencabutan suspensi di pasar reguler dan pasar tunai tersebut diumumkan oleh otoritas bursa setelah melakukan pembekuan perdagangan saham emiten pelayaran itu sejak 9 Juni 2026 akibat penurunan harga kumulatif yang signifikan.

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono menjelaskan bahwa tindakan pembekuan sementara tersebut sebelumnya diambil sebagai bentuk perlindungan dan masa jeda bagi para investor.

"Penghentian sementara dilakukan untuk memberikan waktu kepada investor dalam mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada, untuk setiap pengambilan keputusan investasinya," kata Yulianto Aji Sadono, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI.

Pihak otoritas bursa juga mengimbau agar seluruh pihak yang berkepentingan untuk terus memantau setiap keterbukaan informasi yang dipublikasikan oleh manajemen perseroan.

Meskipun perdagangan baru saja dibuka kembali, bursa langsung menetapkan status baru bagi saham SHIP dengan memasukkannya ke dalam daftar Efek Bersifat Ekuitas Dalam Pemantauan Khusus atau papan Full-Call Auction (FCA) yang efektif berlaku per 22 Juni 2026.

Berdasarkan Pengumuman Bursa Nomor Peng-PK-00048/BEI.PLP/06-2026, saham SHIP masuk dalam pemantauan khusus karena memenuhi Kriteria 10, yaitu dikenakan penghentian sementara perdagangan efek selama lebih dari satu Hari Bursa yang disebabkan oleh aktivitas perdagangan.

"Perubahan ini mulai efektif pada tanggal 22 Juni 2026," demikian pengumuman BEI yang ditandatangani secara elektronik oleh Kepala Divisi Peraturan dan Layanan Perusahaan Tercatat BEI, Teuku Fahmi Ariandar.

Emiten pelayaran ini dijadwalkan akan berada dalam jerat skema perdagangan papan FCA tersebut sekurang-kurangnya selama satu pekan ke depan.

Sebelum mengalami suspensi, harga saham SHIP tercatat mengalami penurunan tajam sebesar 25,8 persen dalam satu bulan terakhir, anjlok 64,32 persen dalam tiga bulan, dan merosot hingga 71,12 persen sepanjang tahun berjalan dari harga awal tahun Rp4.830 ke level Rp1.395.

Pasca-pembukaan gembok perdagangan pada hari Senin, saham SHIP langsung bergerak naik signifikan hingga menyentuh batas Auto-Reject Atas (ARA) dengan penguatan sebesar 9,67 persen atau bertambah 135 poin.

Hingga jeda siang penutupan sesi I, saham SHIP bertahan di posisi Rp1.530 per saham dengan volume perdagangan mencapai 453 lot dan mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp69,3 juta.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author