BCA Cetak Laba Bersih Rp20,8 Triliun Ditengah Pembatasan Ekspansi Kredit
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) membukukan laba bersih bank-only senilai Rp20,8 triliun sepanjang empat bulan pertama hingga April 2026. Berdasarkan laporan kinerja keuangan individual, pertumbuhan profitabilitas perbankan swasta terbesar di Indonesia tersebut berhasil tumbuh sebesar 3 persen secara tahunan.
Dilansir dari Investor Daily, manajemen BBCA memilih untuk menahan laju ekspansi penyaluran kredit sepanjang tahun ini. Penyaluran kredit perbankan swasta tersebut tercatat hanya tumbuh sebesar 4,54 persen secara tahunan menjadi Rp965,01 triliun, yang menunjukkan perlambatan selama empat bulan berturut-turut.
Sikap kehati-hatian tersebut membuat manajemen cenderung mengalihkan dana ke instrumen aman seperti penempatan surat berharga yang tumbuh 17,55 persen secara tahunan menjadi Rp425,41 triliun. Kebijakan konservatif ini berdampak pada penurunan beban provisi sebesar 16,22 persen secara tahunan menjadi Rp1,06 triliun.
Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia, saham BBCA saat ini diperdagangkan pada valuasi 2,4 kali Price to Book Value dan 11,7 kali Price to Earnings estimasi 2026. Posisi tersebut berada di level minus 3 standar deviasi dari rata-rata historisnya yang mencerminkan diskon valuasi cukup dalam dengan tingkat Return on Equity tetap terjaga di atas 20 persen.
Di sisi lain, penghimpunan dana pihak ketiga BCA tumbuh agresif sebesar 8,56 persen secara tahunan menjadi Rp1.246,05 triliun yang didominasi giro dan tabungan. Kombinasi penahanan ekspansi kredit dan penghimpunan dana kuat menjaga rasio dana murah tetap solid di angka 84,97 persen dengan loan to deposit ratio sebesar 77,45 persen.
Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, investor asing justru mencatatkan aksi jual bersih terhadap saham BBCA senilai Rp628,5 miliar di pasar reguler Bursa Efek Indonesia selama periode 1 hingga 13 Mei 2026. Tekanan jual tersebut menempatkan saham BBCA sebagai komoditas terbesar kedua yang dilepas asing.
Meskipun terjadi tekanan pasar, lembaga sekuritas domestik tetap memberikan pandangan optimis terhadap prospek jangka panjang perusahaan. MNC Sekuritas memutuskan untuk mempertahankan rekomendasi beli untuk saham BBCA, walaupun mengambil langkah penyesuaian dengan menurunkan target harga menjadi Rp8.700 dari proyeksi sebelumnya sebesar Rp10.500.
MNC Sekuritas memproyeksikan bahwa pertumbuhan keuntungan operasional sebelum pencadangan, efisiensi konsisten, serta kondisi permodalan kokoh akan menjaga stabilitas laba bersih BBCA. Sementara itu, faktor risiko utama yang berpotensi menghambat target adalah perlambatan pertumbuhan penyaluran kredit serta potensi pemburukan situasi ekonomi makro nasional.