Bayern Muenchen dan VfB Stuttgart Berebut Trofi Piala Jerman 2026
Bayern Muenchen dijadwalkan menghadapi juara bertahan VfB Stuttgart pada babak final Piala Jerman di Stadion Olympiastadion, Berlin, Minggu (24/5/2026) pukul 01.00 WIB. Dilansir dari catatan DFB Pokal, laga ini menjadi ambisi besar bagi Die Roten untuk menutup musim kompetisi dengan raihan dua gelar domestik.
Klub asal Bavaria tersebut menargetkan trofi Piala Jerman demi mengokohkan posisi mereka sebagai tim tersukses dalam turnamen dengan koleksi 21 gelar. Pencapaian ini juga diharapkan mampu mengobati kekecewaan skuad asuhan Vincent Kompany setelah disingkirkan oleh Paris Saint-Germain di Liga Champions.
Di sisi lain, VfB Stuttgart bertekad mempertahankan status mereka setelah musim lalu menjuarai turnamen ini dengan mengalahkan Arminia Bielefeld 4-2. Kemenangan pada laga ini akan menambah koleksi trofi Piala Jerman bagi klub berjuluk Die Schwaben tersebut menjadi lima gelar sepanjang sejarah.
Persiapan Bayern Muenchen sedikit terganggu oleh kondisi sang kapten Manuel Neuer yang mengalami masalah otot betis kiri saat melawan 1. FC Koln. Kiper berusia 40 tahun itu langsung menjalani pemeriksaan MRT guna memastikan peluangnya menembus skuad tim nasional Jerman untuk Piala Dunia.
Direktur Olahraga Bayern Munchen Christoph Freund menyampaikan bahwa penarikan keluar sang kapten merupakan langkah pencegahan karena sang pemain merasakan sesuatu yang ringan di betisnya. Situasi tersebut memicu ketidakpastian bagi Oliver Baumann yang telah diplot menjadi pilihan utama tim nasional.
"He has expressed his confidence in me. Period. I am going into the preparation, and then into the World Cup, with a lot of confidence," kata Baumann, seperti dilansir Sportschau, guna menegaskan komitmen yang telah diberikan pelatih kepadanya.
Sementara itu, kapten Bayern Muenchen Manuel Neuer memilih fokus pada agenda terdekat klub dan enggan membahas masa depannya bersama tim nasional pascapemeriksaan medis.
"Bagi saya hal itu bukan tema hari ini," kata Neuer seraya mengalihkan fokus pada perayaan gelar juara serta laga final DFB-Pokal pada pekan berikutnya.
Pelatih timnas Jerman Julian Nagelsmann juga memilih bersikap tenang dan tidak berspekulasi mengenai nasib sang penjaga gawang utama menjelang pengumuman resmi skuad.
"Kami tidak akan membiarkan diri kami terdorong oleh hal itu. Kami telah memilih tanggal pengumuman skuad dengan sengaja. Kami tidak akan mendahului hal apa pun," kata Nagelsmann.
Nagelsmann juga merespons dengan santai saat dikonfirmasi mengenai bocoran daftar sementara berisi 55 pemain yang dilaporkan oleh media BR dan Suddeutsche Zeitung.
"Saya bahkan belum melihat daftar itu," kata Nagelsmann sembari tersenyum.
Selain persaingan di lapangan, atmosfer pertandingan memanas akibat kepindahan kontroversial Direktur Pemasaran Rouven Kasper dari Stuttgart ke Bayern Muenchen tanpa biaya transfer pada Januari 2026. Ketua Dewan Direksi VfB Alexander Wehrle mengakui kesal karena harus mengambil alih tugas Kasper selama tujuh bulan.
"Hal itu sangat menyentuh saya secara pribadi. Saya juga tidak akan melupakan hal itu kepada Bayern. Tapi kita pasti akan bertemu lagi suatu saat nanti," kata Ketua Dewan Direksi VfB, Alexander Wehrle, kepada Bild dalam sebuah acara menjelang final piala melawan juara bertahan tersebut, sambil menambahkan dengan senyum: "Suatu saat nanti, kami akan membalas hal ini kepada Bayern."
Presiden VfB Stuttgart Dietmar Allgaier sebelumnya menyatakan bahwa pihak klub merelakan kepergian Kasper demi perkembangan kariernya karena sang direktur telah memberikan kontribusi besar bagi kemajuan bisnis klub.
"Kami telah memenuhi keinginan Rouven Kaspers untuk menerima tantangan karier baru ini, karena selama berkarier di VfB, ia telah memberikan kontribusi yang sangat besar bagi klub kami dan berperan penting dalam kebangkitan kami. Tanpa jasanya, VfB sebagai perusahaan, platform bisnis, dan merek tidak akan memiliki posisi sekuat sekarang ini," kata Dietmar Allgaier, Ketua Dewan Pengawas dan Presiden VfB Stuttgart, saat itu.
Rouven Kasper sendiri mengaku hubungannya dengan mantan bosnya tetap berjalan baik dan keputusan pindah ke Allianz Arena murni demi masa depannya.
"Alex bukan hanya orang yang hebat, tetapi juga sudah cukup dewasa. Dia pasti bisa mengatasinya dengan mudah. Secara persahabatan, tentu saja menyakitkan jika kita tidak lagi duduk berdekatan di kantor. Namun, pandangan kita tertuju ke depan. Alex memahami keputusanku, aku tidak menyesali langkah ini, dan aku sudah beradaptasi dengan baik di München," kata Kaspar.