Bassis PAS Band Trisnoize Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Dunia musik Tanah Air berduka setelah bassis PAS Band, Bambang Sutrisno alias Trisnoize, meninggal dunia pada Sabtu (1/8/2026) pukul 14.30 WIB. Mendiang mengembuskan napas terakhir di RS Hermina Bandung akibat komplikasi gagal ginjal kronis, sebagaimana dilansir dari Detik Hot.
Kepergian musisi senior ini menyisakan duka mendalam bagi rekan sejawatnya, termasuk drummer PAS Band, Sandy. Sandy mengenang almarhum sebagai sosok yang sangat jujur dan konsisten memberikan penilaian terhadap performa musik mereka saat tampil di panggung.
"Bro itu orangnya jujur. Jujur banget. Dia kalau suka banget dengan panggung itu, dia akan tos sama saya.
Setiap kali panggung. Tapi kalau misalnya saya lagi mainnya lagi nggak benar, dia bilang dia marah. Dia marah dan saya tahu, 'Oh, sorry'.
Gitu," kata Sandy di kediamannya di Depok, Jawa Barat, Sabtu (1/8/2026).
Sandy menjelaskan bahwa ritme antara drummer dan bassis memegang peranan krusial dalam membentuk dinamika musik sebuah band rock. Ia mengingat betul momen-momen kebersamaan serta komunikasi non-verbal di atas panggung saat keduanya bermain secara harmonis.
"Apalagi kan saya kalau drummer kan sama bassis ya, kawin gitu. Saya kalau manggung tuh, pada saat saya main enak dia tuh selalu senyum ke saya gitu," ujar Sandy.
Meski mengusung gaya panggung rock n' roll, Trisnoize digambarkan memiliki kepribadian yang cenderung tenang dan agak tertutup. Selama masa tur, almarhum lebih banyak menghabiskan waktu bersama para kru ketimbang menonjolkan diri di depan umum.
"Dia tuh orangnya sebenarnya lebih apa ya, rock n roll tapi semi-semi introvert kali ya. Dia kalau di tur, ngumpul sama kru. Sama kru gitu, merokok.
Berapa kali juga saya main ke Jepang juga, manggung di Jepang sama Trisno. Ya banyak sih kenangan indah sama Trisno memang," kenang Sandy.
Selain sifatnya yang tenang, almarhum juga dikenal memiliki kebiasaan unik yang selalu mencairkan suasana saat menjalani tur bersama band. Trisno kerap mencari pusat perbelanjaan atau minimarket di setiap kota yang mereka kunjungi untuk membeli kebutuhan sederhana.
"Dia kan anak mal banget. Setiap kali kita mau manggung, mau ke kota mana, dia cuma tanya, 'Ada mal nggak?'. Kalau nggak ada mal, 'eh ada minimarket nggak?'.
Karena buat itu napas, buat dia itu oksigen. Dia cuma sekadar beli apa gitu sudah happy banget," tutur Sandy.
Jenazah almarhum dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cikutra, Bandung, pada Minggu (2/8/2026) pagi.