Bassis PAS Band Trisno Meninggal Dunia Usai Berjuang Melawan Gagal Ginjal

Share

Dunia musik Indonesia berduka atas meninggalnya pemain bas PAS Band, Trianoize atau Trisno, pada Sabtu (1/8/2026). Musisi senior tersebut menghembuskan napas terakhir setelah berjuang melawan penyakit gagal ginjal yang memburuk dalam beberapa waktu terakhir.

Kabar duka mengenai berpulangnya pemain bas grup musik rock asal Bandung tersebut dikonfirmasi oleh pengamat musik Stanley Tulung melalui pesan di sebuah grup percakapan.

"Innalillahi wainnailaihi rojiun… Selamat jalan Trianoize (bassist PAS Band). Semoga tenang di sisi Yang Maha Kuasa dan Maha Satu.

Semoga teman-teman PAS Band tabah menghadapi ujian ini. Aamiin YRA," kata Stanley Tulung.

Kondisi kesehatan Trisno sebelumnya terus menurun akibat penurunan fungsi ginjal drastis hingga tersisa lima persen. Sebelum meninggal dunia, almarhum sempat menjalani perawatan intensif dan prosedur cuci darah di rumah sakit.

Sebelumnya, drummer PAS Band, Sandy, mengungkapkan bahwa gejala penurunan kesehatan Trisno sudah terlihat sejak beberapa tahun terakhir, namun almarhum sempat enggan melakukan pemeriksaan medis secara menyeluruh.

"Sebenarnya sudah beberapa tahun ini kami melihat ada yang enggak beres sama kesehatan Trisno. Kakinya membengkak, badannya agak kurus, tapi emang Trisno itu rock n roll banget, enggak mau bener-bener periksa ke dokter," kata Sandy.

Pemeriksaan medis baru dilakukan beberapa bulan lalu dan menunjukkan adanya indikasi gangguan liver serta tekanan darah tinggi. Kondisi fisiknya kemudian memburuk signifikan pada pertengahan Juli 2026 hingga membutuhkan penanganan darurat.

"Baru minggu lalu akhirnya benar-benar kita bawa ke rumah sakit karena sudah lemah di rumah. Akhirnya ketahuan terjadi gagal ginjal dan kira-kira fungsinya tinggal 5 persen, dan harus cuci darah," kata Sandy.

Kondisi kritis Trisno sempat menggerakkan rekan sejawat untuk menggalang doa serta bantuan penanganan medis. Drummer NTRL, Eno, juga sempat membagikan momen saat berinteraksi dengan almarhum melalui panggilan video saat Trisno terbaring menggunakan alat bantu pernapasan.

"berjuang untuk kesehatannya" kata Eno NTRL.

Ia juga menyertakan harapan agar rekan musisinya tersebut dapat kembali pulih.

"lekas pulih dan bisa berkarya kembali di dunia musik." kata Eno NTRL.

Dalam masa perawatan intensif tersebut, Sandy juga sempat menyampaikan permohonan doa terbuka kepada publik untuk kesembuhan sang bassis.

"Teman-teman semua, please sejenak kirimkan doa buat @tris_noize yang sedang sakit dan pagi ini dalam kondisi yang sangat kurang baik, semoga Allah mengijabah semua doa kita untuk kemudahan kesembuhan Trisno, diringankan sakitnya dan segera sembuh," kata Sandy.

Ia pun terus memberikan dorongan semangat di tengah masa kritis yang dihadapi almarhum.

"Kuat yuk Tris, kabulkan doa kami ya Allah," kata Sandy.

Selain dukungan doa, pihak manajemen PAS Band juga membuka donasi publik untuk membantu meringankan biaya pengobatan almarhum selama di rumah sakit.

"Buat teman-teman yang mau bantu untuk meringankan biaya pengobatan saudara kita, Trisno bisa transfer ke manager kami, Chem. Rekening khusus untuk pengobatan Trisno, Bank BJB 0162098403100 Andrian Ramdany," kata Sandy.

Trisno merupakan salah satu personel pendiri PAS Band yang memelopori pergerakan jalur musik independen di Indonesia sejak era 1990-an bersama Yukie, Bengbeng, dan Richard Mutter. Sepanjang kariernya, ia telah berkontribusi dalam melahirkan 10 album musik serta berbagai lagu populer seperti Jengah, Permata Yang Hilang, Aku, dan Malam Tetaplah Malam.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author