Barito Pacific Buka Suara Terkait Isu Margin Call Saham Chandra Asri

Share

PT Barito Pacific Tbk (BRPT) merespons spekulasi pasar terkait penjaminan saham anak usahanya, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), serta isu potensi margin call akibat pelemahan harga saham pada Kamis (21/5/2026).

Langkah mitigasi risiko telah dipersiapkan oleh manajemen emiten berkode saham BRPT tersebut untuk menghadapi fluktuasi pasar modal. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Bloomberg Technoz, pengelolaan seluruh fasilitas pembiayaan dilakukan secara disiplin guna menjaga rasio margin dan posisi likuiditas grup.

Pihak perseroan memastikan bahwa kondisi fundamental bisnis beserta kegiatan operasional grup tetap berjalan kokoh dengan penopang kinerja yang dinilai resilien.

“Seluruh fasilitas pembiayaan dan penjaminan saham oleh Barito Pacific dikelola secara prudent dengan mempertimbangkan berbagai skenario risiko secara terukur,” kata manajemen BRPT dalam pernyataan resminya, Kamis (21/5/2026).

Perusahaan juga menegaskan keberadaan sistem pengaman internal untuk menjaga stabilitas nilai aset mereka di pasar saham.

“Penjaminan saham juga mencakup mekanisme dalam memitigasi volatilitas pasar,” tulis manajemen.

Sebelumnya, perbincangan mengenai dugaan margin call ini ramai dibahas oleh para pelaku pasar di sejumlah platform media sosial. Investor menyoroti posisi penting TPIA karena pergerakan sahamnya sangat krusial bagi persepsi terhadap grup Barito secara keseluruhan.

Kekhawatiran pasar muncul seiring beredarnya unggahan media sosial yang menunjukkan sebagian saham TPIA digunakan sebagai jaminan pinjaman ke beberapa bank besar. Institusi keuangan tersebut meliputi BTN, BNI, Bangkok Bank, hingga HSBC Singapura.

Tekanan jual yang berlanjut memicu kecemasan efek berantai setelah saham TPIA anjlok 14,66 persen atau turun 390 poin ke level Rp2.270 pada perdagangan Kamis (21/5/2026). Penurunan harga saham anak usaha Barito Pacific ini telah berlangsung sejak awal Mei dengan akumulasi kemerosotan mencapai 67,57 persen secara year to date (YTD).

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author