Bapenda DKI Catat 78 Persen Mobil Listrik Jakarta Jadi Kendaraan Kedua

Share

Sebanyak 78 persen pemilik mobil listrik di Jakarta menjadikan kendaraan ramah lingkungan tersebut sebagai mobil kedua atau seterusnya. Data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta ini memicu wacana peninjauan ulang sasaran insentif pajak kendaraan listrik di ibu kota.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Bapenda DKI Jakarta Lusiana Herawati dalam acara Jakarta Budget Talks: Realisasi APBD Triwulan II Tahun 2026 pada Rabu (22/7/2026). Tingginya persentase kepemilikan ganda ini dinilai menjadi dasar evaluasi porsi insentif fiskal.

"Dan pemilik mobil listrik ini, yang merupakan kendaraan kedua, dan seterusnya itu 78 persen," kata Kepala Bapenda DKI Jakarta Lusiana Herawati.

Temuan statistik kepemilikan tersebut mendorong Bapenda untuk menilai kembali efektivitas serta rasa keadilan dari kebijakan insentif yang berjalan saat ini bersama pemerintah pusat.

"Sehingga kalau dari sisi keadilan memang ini kebijakan ini perlu kita, mungkin dengan pemerintah pusat, perlu kita tinjau kembali," ujar Lusiana Herawati.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini memberikan pembebasan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) untuk kendaraan listrik berbasis baterai. Kebijakan ini diperkuat lewat Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 900.1.13.1/3764/SJ pada awal Mei 2026, ditambah fasilitas bebas aturan ganjil genap dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Pertumbuhan populasi mobil listrik di Jakarta hingga triwulan II 2026 menembus angka 33 persen. Lonjakan ini membuat pembebasan pajak berdampak pada potensi pendapatan daerah yang tidak terpungut mencapai Rp2 triliun, terdiri atas PKB Rp515 miliar dan BBNKB Rp1,5 triliun.

Konsentrasi kendaraan listrik secara nasional memang masih berpusat di wilayah DKI Jakarta. Lusiana membeberkan bahwa mayoritas unit mobil listrik nasional terdaftar di ibu kota.

"Karena ternyata dari total mobil listrik di Indonesia, 63 persen ada di Jakarta," ucap Lusiana Herawati.

Secara nasional, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat distribusi pabrik ke dealer terus meningkat. Wholesales mobil listrik nasional melonjak dari 15.716 unit pada 2023, menjadi 43.188 unit pada 2024, lalu mencapai 103.931 unit pada 2025, dan menyentuh 69.739 unit pada semester I 2026.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author