Bank Terapung BRI Bahtera Seva I Fasilitasi Layanan Keuangan Warga Pulau Tidung

Share

Kehadiran Teras Kapal BRI Bahtera Seva I di dermaga Pulau Tidung menjadi berkah yang sangat dinantikan oleh masyarakat setempat untuk menyelesaikan berbagai urusan keuangan.

Seperti dilansir dari Detikcom, warga kepulauan kini tidak perlu lagi menempuh perjalanan laut yang jauh dan melelahkan menuju Jakarta hanya demi mengakses layanan perbankan.

Moh Said, salah seorang nasabah setia di Pulau Tidung, mengaku telah memanfaatkan bank terapung ini sejak pertama kali berlayar pada tahun 2015.

"Nasabah sejak pertama. Kita nggak perlu ke Jakarta. Jadi, enak di sini langsung mau ganti kartu, mau bikin BRImo udah enak gitu. Kalau apa-apa mati, buku… kartu mati, langsung, ATM (bisa diurus di Bahtera Seva I). Itu kan nanti kalau ATM harus ke Jakarta kalau nggak itu (kalau nggak ada kapal BRI)," tutur Moh Said, Kamis (4/6) lalu.

Sebelum kapal perbankan ini beroperasi, Said harus meluangkan waktu dan biaya untuk menyeberang ke kota Jakarta setiap kali ingin menabung.

"Sebelumnya nyebrang tapi belum begitu ada duit lah, ha-ha-ha. Sekarang ada ini (kapal BRI) lancar. Ngebantu banget," katanya semringah.

Said memanfaatkan layanan ini untuk menyetorkan tabungan tahunan yang dititipkan oleh masyarakat sekitar, yang nantinya akan dicairkan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

"Saya kebanyakan tabungan masyarakat. Jadi istri saya itu ngumpulin yang mau nabung masyarakat ini. Tabungan tahunan ini, hari raya, nanti bulan puasa dibagiin, dicairin. Yang dari lebaran, lebaran. Itu dibagi ke nasabah. Mereka percaya, sudah jalan 5 tahun saya," tutur Said.

Dalam setiap pekan, nilai setoran tabungan warga yang dibawa oleh Said ke kapal bank tersebut bisa mencapai puluhan juta rupiah.

"Selalu nungguin. Kita seminggu minimal tuh 40-an juta, nyetor. Kalau nggak ada yang ngambil, kadang-kadang kan orang ada keperluan tuh, yang nabung tuh kadang-kadang ada keperluan ini, keperluan itu, jadi agak berkurang. Ini 2 minggu 56 (Rp 56 juta). Kemarin kan nggak dateng. Kalau mulus-mulus aja nggak ada yang ngambil saya bilang tadi, sekitar 40, 45 (Rp 40-45 juta) satu minggu," katanya.

Bagi masyarakat pulau, keberadaan armada perbankan laut ini sangat krusial karena menghemat biaya akomodasi yang cukup besar.

"Harus (kapal BRI harus terus ada). Nggak ada satu mingguan aja puyeng, ha-ha-ha… ada kendala ini kendala itu, haduh, pusing dah. Kalau ke darat kita namanya pulau kan susah, pokoknya terbantu apalagi yang kayak KIP segala macam, kan," ujar Said.

Manfaat serupa juga dirasakan oleh Heru, seorang pedagang setempat yang merasa sangat terbantu dalam kelancaran transaksi bisnis harian miliknya.

"Saya daftar di kapal karena saya kan dagang transfer uang lewat bank. Jadi mempermudah kerjaan saya. Nggak harus nyeberang saya, nggak harus bayar uang cash," tutur Heru.

Heru pun menyampaikan harapannya agar instansi perbankan tersebut bisa membangun kantor unit fisik di wilayah mereka.

"Sangat bermanfaat. Sangat membantu. Harapannya bagaimana supaya Bank BRI berdiri di Pulau Tidung," tutur Heru.

Aktivitas di dalam kapal mencakup berbagai keperluan, mulai dari menabung, pengajuan kredit usaha, hingga pengecekan bantuan sosial pemerintah.

"Pak, mau ngecek ini (PKH). Mau lihat isinya," tutur beberapa warga yang meminta bantuan sekuriti BRI.

Teras Kapal BRI Bahtera Seva I beroperasi layaknya kantor kas di daratan dengan menyediakan teller, customer service, petugas keamanan, hingga mesin ATM.

Armada ini melayani wilayah Kepulauan Seribu dari Senin hingga Jumat dengan titik keberangkatan awal dari Kali Adem, Jakarta Utara.

Kateras Kapal BRI Bahtera Seva I, Algi Meza, menegaskan bahwa inovasi jemput bola ini sengaja dihadirkan untuk mengatasi kendala geografis masyarakat pulau.

"Yang nggak terjangkau untuk transaksi perbankan untuk ke kota, kita yang jemput bola ke sini melayani transaksi mereka di pulau," kata Algi.

Jam operasional pelayanan administrasi mengikuti standar perbankan umum, sementara fasilitas mesin ATM tetap menyala penuh tanpa henti.

"Kalau ATM online terus, nggak pernah offline. Jadi kalau masyarakat mau ke ATM dipersilakan, 24 jam," kata Algi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author