Bank Mandiri Sambut Kenaikan Suku Bunga Acuan Bank Indonesia

Share

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mendukung langkah Bank Indonesia yang menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,5% pada Rapat Dewan Gubernur Mingguan demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, Rabu (10/6/2026).

Apresiasi nilai tukar rupiah langsung terjadi pada perdagangan Rabu (10/6/2026) pagi dengan penguatan 0,79% ke posisi Rp17.918/US$, sebelum bergerak ke posisi Rp17.949/US$ pada pukul 09:12 WIB, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz.

Respons positif dari sektor perbankan disampaikan oleh manajemen perseroan yang menilai kebijakan moneter ketat tersebut sangat krusial untuk menghadapi ketidakpastian eksternal saat ini.

"Langkah ini mencerminkan ketegasan bank sentral dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan dinamika eksternal, termasuk eskalasi di Timur Tengah dan arus keluar investasi portofolio asing," kata Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini dalam keterangannya, Rabu (10/6/2026).

Menurut Novita, terjaganya stabilitas nilai tukar merupakan pondasi utama bagi keberlanjutan ekonomi, kepercayaan pelaku pasar, serta penciptaan ruang pertumbuhan jangka panjang yang sehat.

Pihak perbankan memastikan bahwa penyesuaian suku bunga simpanan dan kredit ke depan tetap akan memprioritaskan kondisi likuiditas pasar serta manajemen risiko yang hati-hati.

"Ke depan, Bank Mandiri optimistis dapat terus mendukung kebutuhan pembiayaan pelaku usaha, UMKM, dan masyarakat, sejalan dengan perannya sebagai agent of development dalam mendorong penciptaan nilai tambah di berbagai sektor ekonomi," jelas Novita.

Kebijakan pengetatan moneter yang dilakukan secara mengejutkan ini diambil setelah bank sentral mendeteksi adanya depresiasi mata uang domestik yang melebihi estimasi awal.

"Tentu saja waktu membuat keputusan itu kan ada proyeksi-proyeksi. Nah, setiap minggu, setiap hari Selasa, itu Bank Indonesia melakukan evaluasi pelaksanaannya gimana. Apakah proyeksi ini sejalan atau enggak. Dalam berbagai evaluasi hari ini kita melihat lho kok pelemahan rupiah melebihi yang kita proyeksikan dulu," kata Gubernur BI Perry Warjiyo menemui media di Kompleks Parlemen, Selasa (9/6/2026).

Evaluasi berkala setiap hari Selasa tersebut merupakan pelengkap dari Rapat Dewan Gubernur bulanan yang menjadi wadah resmi pengambilan keputusan berdasarkan amanat undang-undang perbankan sentral.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author