Bank Mandiri Raih Penghargaan Top Company Berkat Ekspansi dan Bisnis Berkelanjutan

Share

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) memperoleh apresiasi sebagai Top Company in Banking Expansion and Sustainability dalam Indonesia Top Companies Recognition 2026. Penghargaan tersebut diselenggarakan oleh Indonesia Data bersama Bloomberg Technoz Intelligence. Apresiasi diberikan atas keberhasilan Bank Mandiri mencatatkan ekspansi bisnis yang melampaui rata-rata industri.

Perseroan juga dinilai mampu mempertahankan kualitas aset yang kuat serta memperkuat kepemimpinan pada sektor pembiayaan berkelanjutan atau Environmental, Social, and Governance (ESG). Memasuki 2026, emiten perbankan ini membukukan kinerja keuangan yang solid, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz. Pada kuartal I-2026, perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp15,4 triliun atau meningkat 16,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penyaluran kredit Bank Mandiri tumbuh 17,4 persen secara tahunan, jauh melampaui pertumbuhan kredit industri perbankan yang berada di kisaran 9,49 persen pada periode yang sama. Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 21,1 persen.

Peningkatan DPK tersebut ditopang oleh pertumbuhan dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) sebesar 12,7 persen. Kinerja ini mencerminkan kemampuan perseroan menjaga pertumbuhan pembiayaan sekaligus memperkuat struktur pendanaan yang efisien.

Kualitas Aset dan Manajemen Risiko

Di tengah ekspansi kredit yang agresif, kualitas aset tetap terjaga pada level yang sangat sehat. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) gross tercatat hanya 1,02 persen, jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata industri di kisaran 2,14 persen.

Perseroan memiliki NPL Coverage Ratio sebesar 245 persen yang memberikan bantalan kuat terhadap potensi risiko kredit di masa mendatang. Selain itu, biaya kredit atau Cost of Credit (CoC) berhasil ditekan hingga 0,6 persen.

Fundamental permodalan Bank Mandiri juga berada pada level yang kuat. Rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) tercatat sebesar 19,7 persen, berada jauh di atas ketentuan minimum Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 8 persen.

Komitmen Pembiayaan Berkelanjutan

Hingga kuartal I-2026, portofolio pembiayaan berbasis ESG mencapai Rp320 triliun atau tumbuh 8,8 persen secara tahunan. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp167 triliun merupakan pembiayaan hijau (green financing).

Capaian ini menempatkan perseroan sebagai salah satu pemimpin industri dengan penguasaan lebih dari 35 persen pangsa pasar pembiayaan hijau di Indonesia. Konsistensi dalam memperluas pembiayaan produktif sekaligus mendukung agenda transisi menuju ekonomi berkelanjutan menjadi faktor penguat posisi Bank Mandiri.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author