Bank Jatim Perkuat Kolaborasi KUB untuk Dorong Daya Saing Perbankan
Penguatan ekosistem perbankan daerah terus diakselerasi melalui kolaborasi strategis antar bank pembangunan daerah. Langkah ini berfokus pada peningkatan efisiensi operasional serta daya saing industri keuangan nasional, sebagaimana dilansir dari Detik Finance. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) memperkokoh posisinya sebagai entitas utama dalam Kelompok Usaha Bank (KUB).
Sinergi ini dibangun bersama Bank NTB Syariah, Bank NTT, Bank Banten, Bank Sultra, dan Bank Lampung. Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo menyatakan penguatan kolaborasi ini menjadi langkah penting untuk menciptakan ekosistem yang tangguh. Strategi tersebut dirancang agar perbankan daerah lebih kompetitif menghadapi dinamika industri.
"Sebagai Entitas Utama KUB, Bank Jatim berkomitmen untuk terus menghadirkan kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggota. Sinergi yang dibangun tidak hanya berorientasi pada pemenuhan regulasi, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan peluang bisnis baru, meningkatkan efisiensi operasional, memperluas layanan kepada masyarakat, serta memperkuat daya saing Bank Pembangunan Daerah secara bersama-sama," ujar Winardi dalam keterangannya, Kamis (30/7/2026).
Kerja sama konkret telah direalisasikan dengan berbagai anggota KUB. Bersama Bank NTB Syariah, fokus integrasi diarahkan pada sistem Remittance demi menangkap potensi pekerja migran. Sementara itu, pemanfaatan jasa kustodian bersama Bank NTT dalam skema Reciprocal mencatatkan tren pertumbuhan positif, disertai kesepakatan tarif layanan Remittance. Di sisi lain, penyelarasan ketentuan Joint Financing dilakukan dengan Bank Banten untuk menopang pembiayaan bersama.
Pengembangan layanan prioritas juga sedang disiapkan bersama Bank Sultra melalui pemenuhan perizinan regulator. Winardi menilai mekanisme KUB berhasil memberikan dampak positif bagi fundamental seluruh anggotanya. "Kami optimis sinergi antar anggota KUB akan terus berkembang melalui berbagai kerja sama strategis lainnya. Dengan saling berbagi kapabilitas, memperluas layanan, dan mengoptimalkan potensi masing-masing daerah, kami yakin KUB akan menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan Bank Pembangunan Daerah di Indonesia," tegasnya.
Implementasi sinergi tersebut berdampak langsung pada kinerja konsolidasi Bank Jatim sepanjang Semester I 2026. Aset konsolidasi tercatat mencapai Rp 162,05 triliun hingga akhir Juni 2026, melonjak 37,16 persen secara Year on Year (YoY) dari posisi Rp 118,15 triliun. Penyaluran kredit konsolidasi turut mengalami kenaikan 41,68 persen (YoY), bergerak dari Rp 78,55 triliun pada Semester I 2025 menjadi Rp 111,28 triliun.
Perolehan laba bersih konsolidasi juga melesat 53,49 persen (YoY) dari Rp 811 miliar menjadi kisaran Rp 1,2 triliun. "Pencapaian ini menunjukkan strategi penguatan sinergi melalui KUB mampu memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan bisnis Bank Jatim maupun seluruh anggota. Ke depan kami akan terus memperluas ruang kolaborasi, mempercepat transformasi Digital, meningkatkan kualitas layanan, serta memperkuat kontribusi Bank Pembangunan Daerah dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional maupun daerah," tutup Winardi.