Bank Indonesia Intervensi Pasar Jaga Stabilitas Rupiah Dekati Rp18.000

Share

Bank Indonesia (BI) mengoptimalkan seluruh instrumen kebijakan guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang mengalami pelemahan signifikan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Rabu (3/6/2026).

Pelemahan mata uang domestik tersebut menyebabkan nilai tukar dolar AS kini hampir menyentuh level Rp18.000, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.

Berdasarkan data Bloomberg pada Rabu (3/6) siang, dolar AS terpantau menguat sebesar 0,68 persen ke posisi Rp17.960 setelah pada penutupan perdagangan Selasa (2/6) berada di level Rp17.839.

Langkah intervensi diambil oleh otoritas moneter demi memastikan mekanisme pasar tetap berjalan dengan baik dan pasokan likuiditas valuta asing (valas) tetap memadai di tengah volatilitas global.

"BI terus berada di pasar dengan mengoptimalkan seluruh instrumen kebijakan yang dimiliki untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dan menjaga kecukupan likuiditas valas guna turut mendukung stabilitas pasar keuangan," kata Denny dalam keterangan tertulis, Rabu (3/6/2026).

Sebagai bagian dari langkah antisipasi, BI juga telah menerapkan kebijakan batasan (threshold) tunai untuk pembelian valas terhadap rupiah tanpa underlying menjadi sebesar US$25.000 per pelaku per bulan yang mulai berlaku sejak 2 Juni 2026.

Selain pembatasan tersebut, pengurangan ketergantungan terhadap mata uang dolar AS dilakukan melalui perluasan kerja sama bilateral Local Currency Transaction (LCT) dengan beberapa negara mitra seperti Tiongkok, Jepang, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab.

Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menegaskan perlunya keterlibatan berbagai pihak untuk mempertahankan penguatan eksternal ekonomi nasional.

"Untuk itu, BI terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan, perbankan, dunia usaha dan pelaku pasar guna memastikan bekerjanya mekanisme pasar secara baik serta memperkuat ketahanan eksternal perekonomian nasional," tegas Denny.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author