Bandara Haneda Jepang Uji Coba Robot Humanoid Buatan China
Bandara Haneda di Tokyo, Jepang mulai menguji penggunaan robot humanoid buatan China untuk membantu penanganan bagasi kargo demi mengatasi kekurangan tenaga kerja akibat penuaan populasi. Langkah otomatisasi di sektor logistik Asia ini dilansir dari Bloomberg Technoz pada Selasa (23/6/2026). Krisis demografi yang mendalam memicu peningkatan kebutuhan teknologi ini melampaui pertimbangan ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan China.
Efisiensi operasional kini menjadi prioritas utama bagi negara-negara Asia yang menghadapi penyusutan jumlah pekerja. Jepang mencatat lonjakan kunjungan wisatawan asing yang mencapai rekor 42,7 juta orang sepanjang tahun 2025. Tren kenaikan tersebut berlanjut dengan kedatangan lebih dari 7 juta turis hanya dalam dua bulan pertama tahun 2026.
Pemerintah setempat memperkirakan negara tersebut membutuhkan sekitar 6,5 juta pekerja asing pada tahun 2040 agar target pertumbuhan ekonomi tetap terjaga. Kondisi mendesak ini memaksa operator bandara beralih ke solusi otomatisasi.
Robot humanoid setinggi 130 sentimeter produksi perusahaan China, Unitree, dipilih untuk menjalankan tugas fisik seperti memindahkan barang dan mendorong kargo. Robot ini dinilai lebih ekonomis dengan harga jual mulai dari US$4.900 atau sekitar Rp87,35 juta per unit dibandingkan biaya jangka panjang tenaga kerja manusia. Kemampuan manufaktur massal China dengan biaya rendah didukung oleh kuatnya rantai pasok industri elektronik serta kendaraan listrik domestik. Sepatutnya robot humanoid kini tidak lagi sekadar menjadi pajangan pameran, melainkan fokus pada pekerjaan berat di lingkungan nyata.
Sistem sensor canggih, motor, dan algoritma keseimbangan memungkinkan robot-robot tersebut bergerak fleksibel di area bongkar muat bagasi yang padat. Penerapan teknologi ini ke depan diproyeksikan akan merambah ke sektor pembersihan kabin pesawat, perawatan lansia, hingga sektor pertanian.