BAM Evaluasi Eksperimen Ganda Putra Jelang Kejuaraan Dunia 2026
Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) melihat indikasi positif dari langkah perombakan pasangan ganda putra nasional bentukan pelatih Herry Iman Pierngadi. Strategi eksperimental ini disiapkan guna mencari kombinasi terbaik menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
Presiden BAM Tengku Datuk Seri Zafrul Abdul Aziz memberikan apresiasi atas keberhasilan pasangan baru Tee Kai Wun/Yap Roy King yang menjuarai Korea Masters di Asan pada Minggu, 9 Agustus 2026. Pasangan tersebut mengalahkan rekan senegara mereka, Man Wei Chong/Soh Wooi Yik, di babak final.
Zafrul mengakui bahwa keputusan merombak pasangan sempat memicu keraguan publik pada tahap awal penerapannya.
"Saya tahu ketika tim pelatih memutuskan untuk merombak beberapa pasangan ganda putra nasional, banyak orang mempertanyakan hal itu," kata Zafrul dalam unggahan di media sosial setelah turnamen berakhir.
Ia menekankan bahwa keberanian mengambil risiko merupakan bagian penting dalam persaingan olahraga tingkat tinggi.
"Beberapa orang juga tidak yakin, terutama ketika hasil awal tidak terlalu menggembirakan," ujar Zafrul.
Keberhasilan di Korea Selatan melengkapi pencapaian pasangan racikan baru lainnya, Aaron Chia/Aaron Tai, yang berhasil menjadi runner-up di Taiwan Open setelah kalah dari wakil Indonesia, Leo Carnando/Daniel Marthin.
"Namun dalam olahraga berkinerja tinggi, terkadang kita harus cukup berani untuk membuat perubahan jika ingin menemukan kemitraan yang lebih kuat," tutur Zafrul.
Meski mengapresiasi pencapaian awal tersebut, Zafrul mengingatkan bahwa perjalanan perombakan ganda putra masih sangat panjang.
"Menangkan satu turnamen tidak berarti strateginya telah sepenuhnya terbukti. Perjalanannya masih sangat panjang," ucap Zafrul.
Ia menambahkan bahwa pencapaian dua pasangan baru hingga ke babak final dalam waktu singkat menunjukkan sinyal yang sangat positif.
"Tetapi ketika dua pasangan baru kita berhasil mencapai final, dan salah satunya telah memenangkan gelar dalam waktu singkat, setidaknya kita melihat beberapa tanda yang sangat positif," kata Zafrul.
Ia juga menyampaikan apresiasinya kepada para pemain dan seluruh jajaran pelatih atas kerja keras mereka.
"Selamat kepada Kai Wun, Roy King, Wei Chong, Wooi Yik, dan seluruh tim pelatih," ujar Zafrul.
Tujuan utama dari perombakan ini adalah untuk membawa bulu tangkis Malaysia kembali ke puncak dunia.
"Ada kalanya kita harus cukup berani untuk mencoba sesuatu yang baru. Yang terpenting adalah setiap keputusan membawa kita lebih dekat ke satu tujuan; mengembalikan bulu tangkis Malaysia ke puncak dunia," kata Zafrul.
Dukungan terhadap eksperimen pelatih Herry IP juga datang dari mantan pebulu tangkis nasional Malaysia, Tan Kian Meng, yang kini melatih tim Inggris.
"Saya merasa cukup positif tentang hal itu. Saya tidak tahu pasti apa rencana Herry, tapi saya pikir bagus jika Aaron Tai mendapat kesempatan berpasangan dengan Aaron Chia. Mereka terlihat segar," ujar Kian Meng.
Kian Meng menilai pemisahan sementara ini bisa memberikan efek penyegaran bagi para pemain utama saat kembali berduet di Kejuaraan Dunia di New Delhi pada 17–23 Agustus 2026.
"Mungkin Aaron dan Wooi Yik juga akan kembali segar di Kejuaraan Dunia. Mereka sudah lama bersama, jadi jeda ini bisa berdampak baik bagi mereka," kata Kian Meng.
Ia pun meminta para pendukung Malaysia untuk memberikan kepercayaan penuh dan kesabaran selama proses eksperimen berlangsung.
"Apa yang perlu dilakukan pendukung Malaysia saat ini hanyalah mendukung mereka. Mengatakan segala macam hal tidak akan membantu para pemain, jadi lebih baik dukung saja mereka," tutur Kian Meng.
Kian Meng mengimbau publik untuk tetap melihat sisi positif dari perubahan strategi ini.
"Mungkin performa mereka sedikit menurun, dan saya paham mengapa orang-orang mempertanyakan saat mereka tidak bermain bagus. Namun ketika mereka menang, tidak ada yang mengatakan hal-hal itu," ujar Kian Meng.
Ia menegaskan bahwa fokus utama para pemain saat ini adalah dukungan moril dari masyarakat.
"Saya memilih untuk melihatnya secara positif. Tidak ada yang benar atau salah. Saat ini, mereka hanya butuh dukungan," kata Kian Meng.
Direktur Pelatihan Ganda BAM, Rexy Mainaky, memastikan bahwa para pemain akan kembali ke pasangan asli masing-masing untuk Kejuaraan Dunia 2026. Aaron Chia kembali berduet dengan Soh Wooi Yik, Man Wei Chong bersama Tee Kai Wun, serta Wan Arif Wan Junaidi berpasangan dengan Yap Roy King.
Meski hanya memiliki waktu persiapan kurang dari satu minggu setelah Korea Masters, Rexy mengaku tidak khawatir dengan chemistry para pemain.
"Kami tidak khawatir karena mereka sudah lama bermain bersama. Ini bukan seolah-olah mereka baru mulai bermain bersama minggu lalu," kata Rexy.
Fokus utama tim pelatih saat ini adalah mengembalikan ritme permainan terbaik para pemain dengan pasangan aslinya.
"Yang perlu kami kerjakan sekarang adalah mengembalikan mereka ke ritme yang tepat saat kembali ke pasangan reguler mereka. Itulah fokus utama kami saat ini," ujar Rexy.
Mengenai potensi kendala fasilitas dan kualitas udara di New Delhi yang sempat dikeluhkan para pemain pada India Open lalu, Rexy percaya pengalaman para atlet akan membantu mereka beradaptasi.
"Para pemain semuanya cukup berpengalaman. Saya sendiri sudah lama tidak ke sana, kunjungan terakhir saya terjadi pada tahun 1993," tutur Rexy.
Ia mengingatkan para pemain untuk menjaga kondisi diri selama bertanding di India.
"Namun melihat situasinya sekarang, sepertinya hal-hal masih sama, terutama kualitas udara. Jadi kita hanya harus tahu bagaimana menjaga diri kita sendiri. Para pemain berpengalaman dalam menghadapi hal-hal seperti ini," kata Rexy.
Eksperimen ganda putra Malaysia diproyeksikan berlanjut hingga akhir tahun, di mana para pemain akan kembali dipisah untuk turnamen China Masters pada September 2026.