BAKTI Komdigi Tingkatkan Standar Kecepatan Internet di Wilayah 3T
Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kementerian Komunikasi dan Digital meningkatkan standar kualitas serta kecepatan internet di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar secara signifikan. Langkah ini diambil guna memastikan konektivitas yang mumpuni di seluruh pelosok Indonesia.
Pergeseran fokus kebijakan pembangunan konektivitas ini terjadi dalam transisi era pemerintahan. Dilansir dari Detik iNET, Direktur Utama BAKTI Komdigi, Fadhilah Mathar, memaparkan perbedaan visi konektivitas antara masa lalu dengan periode saat ini.
"Waktu Nawa Cita dulu, Bapak Presiden Jokowi menyampaikan bahwa yang penting akses masuk terlebih dahulu. Namun saat ini, melalui Asta Cita, Bapak Presiden Prabowo menyampaikan visi yang lebih progresif, bukan hanya sekadar ada akses, tapi tidak boleh ada sinyal yang lemah," tegas Fadhilah.
Peningkatan kapasitas infrastruktur yang telah ada di berbagai wilayah terpencil menjadi fokus utama institusi ini sejak tahun 2024. Penyesuaian ini dilakukan untuk menggantikan target lama yang hanya menitikberatkan pada pembangunan titik akses baru.
"Yang awalnya 1 titik akses kami itu berkapasitas 2 Mbps, sekarang minimal sudah di angka 6 hingga 8 Mbps," jelasnya.
Hingga kini, penyediaan akses Wi-Fi gratis telah diaktifkan pada 31.863 lokasi fasilitas publik, meliputi sekolah, kantor desa, dan fasilitas kesehatan. Pihak otoritas juga sudah membangun 6.747 menara BTS 4G untuk menjangkau area yang tidak dinilai layak secara komersial oleh operator seluler swasta.
Penyediaan infrastruktur pendukung di masa lalu sempat menjadi kendala terbesar dalam mengejar kualitas internet di wilayah target, melebihi persoalan anggaran. Hambatan geografis seperti di Papua yang kekurangan kapasitas satelit kini mulai teratasi setelah peluncuran satelit Satria-1 pada awal 2024.
Penyelesaian konektivitas secara total di seluruh wilayah permukiman penduduk menjadi prioritas jangka pendek saat ini. Selanjutnya, program kerja periode 2020 hingga 2029 akan diarahkan untuk mengejar target perluasan cakupan secara geografis.
"Geografis artinya di mana pun kita lewat-di jalan, di gunung, di hutan, bahkan di laut-sinyal itu tidak akan terputus," sebut Fadhilah.
Inklusi digital yang merata melalui penguatan kualitas konektivitas diharapkan dapat menggerakkan roda ekonomi digital sampai ke kawasan ujung negeri.