BAIC T1 Bakal Dirakit Lokal di Purwakarta
PT BAIC Indonesia berencana merakit secara lokal mobil listrik BAIC T1 di pabrik Handal, Purwakarta, Jawa Barat, selambat-lambatnya pada awal tahun depan. Langkah ini diambil untuk mengubah status unit yang saat ini masih diimpor utuh (CBU) dari China, sebagaimana dilansir dari Detik Oto pada Selasa (18/8).
Chief Operating Officer (COO) BAIC Indonesia, Dhany Yahya, mengonfirmasi kepastian jadwal perakitan dalam negeri tersebut saat ditemui di Bandung, Jawa Barat.
"Iya (akan dirakit lokal) akhir tahun ini atau awal tahun depan di Handal," ujar Dhany Yahya, Chief Operating Officer BAIC Indonesia.
Perubahan status menjadi rakitan lokal atau completely knocked down (CKD) diproyeksikan bakal menekan harga jual kendaraan tersebut di pasar domestik. Penurunan harga ini dipicu oleh potensi pemenuhan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk mendapatkan insentif pajak.
"Harga tentu (turun), karena kan kita berharap dengan TKDN tadi kan akan qualified untuk bisa free luxury tax kurang lebih 15%. Tentu ini katakanlah akan memberikan kemudahan," tutur Dhany Yahya, Chief Operating Officer BAIC Indonesia.
Meskipun belum membeberkan besaran angka penurunan secara pasti, pihak manajemen mematok target harga jual baru pascaperakitan lokal agar berada di kisaran yang lebih terjangkau bagi konsumen.
"Jadi harapan kita nantinya bisa dijual di bawah Rp 350 juta," kata Dhany Yahya, Chief Operating Officer BAIC Indonesia.
Sebagai informasi, BAIC T1 resmi meluncur pada ajang GIIAS 2026 dan saat ini dipasarkan dengan harga sekitar Rp 370 jutaan berstatus on the road (OTR) Jakarta. Crossover listrik ini dibekali motor listrik bertenaga 70 kW atau 93,8 HP serta torsi puncak 176 Nm.
Sektor daya dipasok oleh baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 42,38 kWh yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 425 km berdasarkan standar CLTC. Kendaraan ini juga mendukung pengisian cepat DC Fast Charging yang mampu mengisi daya dari 30 hingga 80 persen dalam waktu 30 menit.