Aymen Hussein Cetak Sejarah untuk Irak di Piala Dunia 2026

Share

Penyerang tim nasional Irak, Aymen Hussein, mengukir sejarah baru dengan mencetak gol kedua sepanjang sejarah negaranya di Piala Dunia saat menghadapi Norwegia pada laga pembuka Grup I, Selasa, 16 Juni 2026. Gol lewat sundulan pada menit ke-39 tersebut sempat menyamakan kedudukan setelah gol pembuka Erling Haaland, meskipun Irak akhirnya harus menelan kekalahan dengan skor 1-4 dalam laga kembalinya mereka ke turnamen ini setelah absen selama 40 tahun. Sebelum bersinar di lapangan, persiapan wakil kapten Singa Mesopotamia ini sempat terganggu setelah ia ditahan dan diinterogasi selama hampir tujuh jam oleh petugas Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan (CBP) di Bandara Internasional O'Hare Chicago saat tiba di Amerika Serikat pada awal Juni.

Pihak berwenang AS memeriksa ponsel Hussein sebelum mengizinkannya masuk, sementara fotografer tim, Talal Salah, ditahan lebih dari 10 jam dan akhirnya ditolak masuk ke AS.

Pelatih kepala Irak, Graham Arnold, memberikan apresiasi tinggi terhadap performa dan ketangguhan striker berusia 30 tahun tersebut di tengah berbagai kesulitan yang dihadapinya. "He's that type of player who is very difficult to control in the box and I'm very happy and proud of him," kata Graham Arnold.

Arnold menambahkan bahwa Hussein sempat mengalami beberapa cedera sepanjang musim bersama klubnya, Al-Karma, sehingga penampilannya selama 90 menit penuh dianggap sangat luar biasa. "He has had quite a few injuries during the season and for him to get through 90 minutes with that energy and scoring a goal was fantastic," ujar Graham Arnold.

Perjalanan hidup Hussein dipenuhi tragedi pribadi, termasuk kehilangan ayahnya yang tewas ditembak al-Qaeda pada 2008 dan penculikan abangnya beberapa tahun kemudian, yang hampir membuatnya berhenti bermain sepak bola. "I decided to quit playing football to take care of my family, but my mother refused," kata Aymen Hussein. Kini, Hussein bersiap memimpin rekan-rekan mudanya untuk menghadapi tantangan berat melawan Prancis di laga berikutnya dengan penuh rasa percaya diri.

"We played a good match against Norway and showed high fighting spirit throughout the match, and we were close in level," kata Aymen Hussein.

Hussein merasa performa timnya pada babak pertama sangat baik, namun mereka kehilangan kendali di babak kedua. "We even managed to impose our style and control the game during the first half. I think the result did not reflect our true performance," ujar Aymen Hussein. Ia juga menekankan pentingnya faktor mental dan pengalaman dalam mengarungi turnamen sebesar Piala Dunia.

"In such matches, experience plays an important role, alongside the fighting spirit that the players possessed, which helped us a lot in matching the opponent," ucap Aymen Hussein.

Meski kecewa dengan hasil akhir melawan Norwegia, Hussein menegaskan bahwa timnya sudah kembali fokus berlatih demi meraih poin. "We are satisfied with the level we showed, although we are not satisfied with the result," tutur Aymen Hussein.

Skuat Irak telah melupakan kekalahan tersebut dan mengalihkan perhatian penuh pada laga krusial mendatang. "We returned to training with high morale and great focus, and we are working seriously in preparation for the upcoming confrontation," kata Aymen Hussein.

Terkait duel individu melawan bek Prancis dan Bayern Munich, Dayot Upamecano, Hussein mengaku sama sekali tidak gentar dan justru merasa termotivasi. "We realize that the French team is one of the strongest in the world, but we will enter the match with our usual style and known character," ujar Aymen Hussein. Ia memandang laga melawan pemain-pemain terbaik dunia sebagai panggung pembuktian kualitasnya sebagai penyerang utama Irak.

"I am not afraid of facing Upamecano, on the contrary, I am happy to play against one of the best defenders in the world. Such matches give the striker an additional motivation to prove himself," kata Aymen Hussein.

Selain fokus pada taktik sepak bola, Hussein mengungkapkan bahwa tim Irak juga menaruh perhatian besar pada simbol negara mereka. "We requested to raise the Iraqi flag from the field because the name of Allah is on it, and it is unacceptable for us to have it placed on the ground. Therefore, we communicated with the International Football Federation and asked them to raise it, and they responded to our request," pungkas Aymen Hussein.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author