Awer Mabil Bawa Kisah Inspiratif meski Australia Tersingkir
Penyerang tim nasional Australia, Awer Mabil, menonjolkan kisah ketahanan hidup yang inspiratif dari kamp pengungsi Kakuma di Kenya hingga berlaga di Piala Dunia 2026, setelah langkah timnya dihentikan Mesir melalui adu penalti pada Sabtu (4/7/2026).
Mabil yang kini berusia 30 tahun sukses mengeksekusi penalti dalam laga babak gugur tersebut. Namun, keberhasilannya tidak mampu menyelamatkan Australia yang harus angkat koper setelah bermain imbang 1-1 hingga babak perpanjangan waktu.
Pemain sayap Socceroos ini lahir dari orang tua asal Sudan Selatan yang melarikan diri dari perang saudara. Ia menghabiskan masa kecilnya dengan keterbatasan di Kamp Pengungsi Kakuma, salah satu pemukiman pengungsi terbesar di Kenya utara.
Mabil mengenal sepak bola secara otodidak di atas lapangan yang kasar tanpa sepatu. Ia memanfaatkan bola seadanya yang terbuat dari kain perca dan kantong plastik sebelum pindah ke Australia pada usia 10 tahun melalui program pemukiman kembali kemanusiaan.
Karier profesionalnya dimulai terstruktur di Adelaide, South Australia, bersama Adelaide United sebelum ia merantau ke berbagai klub Eropa di Denmark, Portugal, Spanyol, dan Swiss. Momen puncaknya terjadi saat ia mencetak gol penentu kemenangan dalam adu penalti melawan Peru untuk meloloskan Australia ke Piala Dunia 2022.