Austria dan Aljazair Melaju ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Tim nasional Austria dan Aljazair berhasil mengamankan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah bermain imbang dengan skor 3-3 pada laga terakhir fase grup di Arrowhead Stadium, Kansas City, pada Minggu (28/6) pagi waktu setempat.
Hasil pertandingan ini menempatkan Austria di posisi kedua klasemen grup, sementara Aljazair lolos lewat jalur peringkat ketiga terbaik. Aljazair menjadi tim terakhir yang melaju dari kelompok peringkat ketiga terbaik bersama Republik Demokratik Kongo, Swedia, Ghana, Ekuador, Bosnia-Herzegovina, dan Paraguay, sedangkan Senegal lolos dengan tiga poin dan selisih gol plus dua. Sebaliknya, Iran, Korea Selatan, dan Skotlandia yang juga mengoleksi tiga poin harus tersingkir akibat kalah selisih gol.
Pertandingan berlangsung ketat sejak awal ketika Marko Arnautovic membuka keunggulan untuk Austria pada menit ke-28 memanfaatkan umpan jauh David Alaba. Aljazair kemudian menyamakan kedudukan menjadi 1-1 sesaat sebelum turun minum lewat aksi individu bek Belghali pada menit ke-45.
Memasuki babak kedua, Marcel Sabitzer membawa Austria kembali memimpin 2-1 pada menit ke-55 setelah menerima umpan dari Konrad Laimer. Lima menit berselang, Riyad Mahrez mengubah papan skor menjadi 2-2, sebelum drama terjadi di menit ke-94 saat Mahrez kembali mencetak gol yang sempat membawa Aljazair unggul 3-2, namun Austria membalas semenit kemudian untuk memaksakan hasil imbang 3-3.
Sebelum pertandingan penentu ini digelar, Direktur Olahraga Federasi Sepak Bola Austria, Peter Schöttel, sempat memberikan penegasan mengenai target timnya yang dilaporkan oleh majalah Jerman Kicker.
"Le match pourrait aussi se terminer sur un match nul, c’est une possibilité dans le football, mais on ne peut pas aborder un match en jouant pour le match nul… Notre objectif, c’est la victoire." ujar Peter Schöttel, Direktur Olahraga Federasi Sepak Bola Austria.
Schöttel juga menegaskan bahwa tim kepelatihan tidak pernah merencanakan skenario untuk menghindari kemenangan atau memilih lawan tertentu demi keuntungan di fase berikutnya.
"Le staff technique n’a discuté d’aucun scénario visant à éviter la victoire ou à choisir un adversaire particulier pour le prochain tour" kata Peter Schöttel, Direktur Olahraga Federasi Sepak Bola Austria.
Ketika disinggung mengenai sejarah masa lalu terkait skandal Gijon pada Piala Dunia 1982 yang melibatkan Austria dan Jerman Barat hingga merugikan Aljazair, Schöttel menyatakan hal tersebut sudah tidak relevan dengan generasi saat ini.
"Je ne pense pas à 1982. C’est une époque complètement différente, et nos joueurs actuels n’étaient même pas nés à l’époque. Il ne faut pas établir de lien entre ces événements et ce qui se passera lors du match contre l’Algérie." kata Peter Schöttel, Direktur Olahraga Federasi Sepak Bola Austria.
Pada babak 16 besar yang akan berlangsung 3 Juli mendatang, Austria dijadwalkan menghadapi Spanyol, sementara Aljazair akan menantang Swiss.