Pemerintah Australia Dorong Pemancing Konsumsi Ikan Mas Guna Kendalikan Hama

Share

Pemerintah Australia mendorong para pemancing di seluruh negeri untuk aktif mengonsumsi ikan mas (Cyprinus carpio) guna mengendalikan lonjakan populasi spesies invasif tersebut di perairan domestik. Langkah ini diambil karena komoditas tersebut menjadi hama yang merugikan negara jutaan dolar setiap tahun.

Imbauan tersebut didukung oleh pelaku industri perikanan lokal yang melihat potensi pemanfaatan ikan ini. Lonjakan populasi yang tidak terkendali dinilai memerlukan partisipasi aktif dari masyarakat, khususnya para pemancing rekreasi, sebagaimana dilansir dari Detik iNET.

Pengelola restoran Coorong Wild Seafood di Adelaide, Tracy Hill, memberikan saran agar masyarakat mulai mempertimbangkan ikan mas sebagai bahan makanan harian. Bersama suaminya, Glen, Hill mengolah sekitar 300 hingga 400 kilogram ikan mas setiap minggu untuk dijual dalam bentuk filet tanpa tulang seharga USD 25 per kilogram.

"Ini protein kelas satu dan rasanya fantastis," kata Hill, Pengelola Restoran Coorong Wild Seafood.

Hill menilai penanganan ikan mas oleh para pemancing rekreasi saat ini justru memicu persoalan lingkungan baru di beberapa wilayah. Hal itu terjadi akibat adanya regulasi ketat yang melarang pelepasan kembali ikan tersebut ke alam liar.

"Ketika pemancing rekreasi menangkapnya, mereka meninggalkannya menggelepar di tepi sungai," ujar Hill, Pengelola Restoran Coorong Wild Seafood.

Kondisi tersebut membuat bangkai ikan menumpuk dan mengganggu kebersihan lingkungan sekitar perairan. Masalah ini diperparah oleh minimnya opsi pengolahan mandiri yang dipahami oleh masyarakat setempat.

"Tidak ada yang bisa mereka lakukan dengan ikan itu, jadi ikan tersebut hanya tergeletak dan membusuk atau mereka membawanya pulang lalu menguburnya di pekarangan mereka," sebut Hill, Pengelola Restoran Coorong Wild Seafood.

Hill juga menyatakan penolakannya terhadap rencana pemusnahan massal menggunakan metode biologis yang sedang dikaji oleh pemerintah pusat. Rencana pelepasan virus herpes tersebut dinilai berisiko merusak ekosistem secara ekstrem.

"Kita benar-benar bodoh jika berpikir bahwa kita bisa begitu saja membunuh hewan-hewan ini dengan virus yang akan membusukkan mereka dari dalam ke luar," sebut Hill, Pengelola Restoran Coorong Wild Seafood.

Dampak destruktif dari komoditas ini terhadap ekosistem air tatanan lokal juga ditegaskan oleh otoritas pengawas kedinasan terkait. Karakteristik biologis ikan mas dinilai merusak habitat asli biota air lainnya.

"Mereka dikenal sebagai hama karena kebiasaan makannya di dasar perairan yang merusak, mengaduk-aduk sedimen dan mengeruhkan air," ungkap juru bicara Department of Primary Industries and Regional Development New South Wales.

Kebijakan hukum terkait penangkapan ikan mas bervariasi di tiap negara bagian. New South Wales membebaskan jumlah tangkapan dengan metode legal, sementara Australia Selatan, Queensland, dan Victoria melarang keras pelepasan kembali ikan ini ke air.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author