Aura Kasih Kembangkan Bisnis Pertanian dan Peternakan Ayam Mandiri

Share

Penyanyi Aura Kasih memfokuskan kegiatannya untuk mengelola bisnis peternakan ayam dan pertanian yang telah dirintis sejak empat tahun lalu, sebagaimana dilansir dari Detik Hot.

Langkah investasi di sektor konvensional tersebut diambil guna membangun ketahanan pangan mandiri, sekaligus memanfaatkan potensi pasar daging ayam sebagai sumber protein terjangkau bagi masyarakat.

Pilihan menjalankan usaha pertanian dan peternakan ini didasari latar belakang pribadinya yang berasal dari daerah pedesaan, sehingga ia berniat terus belajar serta mengembangkan skala usahanya secara bertahap.

"Aku dari 4 tahun yang lalu. Karena aku basic-nya dari kampung. Jadi memang penginnya coba bisnis di situ, belajar," kata Aura Kasih saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat.

Meskipun sudah berjalan beberapa tahun, pelantun lagu Mari Bercinta tersebut menegaskan bahwa kapasitas usahanya saat ini masih berada dalam taraf pengembangan awal.

"Masih dikit, belum banyak. Masih belajar soalnya. Pelan-pelanlah. Skala besar banget belum," ujarnya.

Ia menekankan bahwa keterlibatannya di sektor reil ini bukan sekadar mengikuti tren gaya hidup, melainkan bentuk efektivitas investasi jangka panjang.

"Oh nggak. Aku masa ke bisnis lifestyle, itu nggak begitu suka. Aku tuh termasuk yang konvensional.

Karena buat aku ya ketahanan pangan. At least ketahanan pangan mandiri dulu deh. Kalau ada duit beli sawah gitu.

Aku tuh lebih ke situ," tuturnya.

Dalam mengelola lahan pertanian maupun sawah yang dibelinya, wanita berusia 38 tahun ini menjalin kerja sama langsung dengan warga setempat.

"Sebenarnya aku sama orang setempat saja. Kayak aku misalnya beli sawah tuh sharing juga sama warga setempat. Nanti beberapa kukasih ke warga, terus beberapa aku nyobain hasil tanah sendiri, dibawa ke Jakarta," ungkapnya.

Berbagai jenis komoditas sayuran dan hasil kebun dari lahan miliknya tersebut sudah berulang kali dipanen untuk konsumsi pribadi.

"Sudahlah, pasti. Banyaklah, cabai, sayuran," katanya.

Kecemasan terhadap dampak krisis global serta pengalaman masa pandemi COVID-19 menjadi faktor utama yang mendorong pembukaan usaha peternakan dan sawah ini.

"Aku tuh agak kolot pemikirannya. Pas COVID aku bilang, 'Ini bisnis gimana seram ya'. Terus kalau ada apa-apa, ada perang atau apa gimana. Jadi aku beli-beli sawah, kebun, bikin peternakan supaya ya itu dia, ketahanan pangan mandiri setidaknya," jelasnya.

Di samping sektor pertanian, komoditas peternakan ayam dipilih karena tingkat permintaan pasarnya relatif tinggi dan konstan.

"Untuk peternakan kan semua orang pasti butuh. Karena protein yang paling murah itu kan ayam. Aku main di ayam soalnya," lanjutnya.

Hasil dari penjualan ayam pedaging yang dikelolanya kini telah memberikan pendapatan yang dinilai cukup stabil.

"Sudahlah, sudah alhamdulillah," katanya saat ditanya soal produksi.

Orientasi bisnis yang dijalankan lebih menitikberatkan pada keberlanjutan dan kestabilan finansial jangka panjang ketimbang mengejar keuntungan besar dalam waktu singkat.

"Aku tuh nggak suka ngejar duit yang gede-gede banget. Yang penting stabil. Jalannya lama pun nggak apa-apa, yang penting stabil saja," ujarnya.

Di sela aktivitasnya, pembelajaran mengenai peternakan belum melibatkan anaknya secara langsung, namun edukasi bercocok tanam sudah diperkenalkan sejak dini.

"Kalau ayam nggak, tapi aku ajarin nanam-nanam kok sering," tuturnya.

Pengalaman masa kecil di Tasikmalaya membuat aktivitas outdoor seperti mengolah lahan pertanian menjadi hal yang wajar dan biasa baginya.

"Halah, aku basic-nya orang kampung. Dulu aku di kampung, di Tasik. Jadi sudah bergelut main di sawah, sudah biasa banget, jadi nggak apa-apa," tutup Aura Kasih.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author