Aung San Suu Kyi Diizinkan Bertemu Delegasi ICRC di Myanmar

Share

Aung San Suu Kyi, pemimpin Myanmar yang ditahan oleh junta militer, baru-baru ini diizinkan bertemu dengan delegasi Komite Internasional Palang Merah (ICRC), menjadi kontak pertama dengan pihak luar setelah hampir empat tahun, dilansir dari Detikcom.

Foto-foto pertemuan yang dirilis pemerintah militer menunjukkan Suu Kyi dalam kondisi sehat. Ia sebelumnya dijatuhi hukuman 33 tahun penjara setelah kudeta militer 2021, namun kini dipindahkan ke tahanan rumah.

Pemerintah Myanmar yang dipimpin oleh pimpinan kudeta Min Aung Hlaing mencoba mengakhiri isolasi diplomatik dengan kunjungan ke negara tetangga dan menghadapi tuntutan untuk menghentikan serangan udara, memulai perundingan damai, serta membebaskan Suu Kyi.

Kim Aris, putra Suu Kyi, dalam beberapa bulan terakhir menggalang kampanye internasional menuntut bukti kondisi ibunya yang dikabarkan masih hidup dan sehat.

Setelah hampir empat tahun tanpa komunikasi, delegasi ICRC mengunjungi Suu Kyi dan pertemuan ini menjadi kontak terkonfirmasi pertama dengan pihak luar sejak surat terakhirnya kepada putranya dua setengah tahun lalu.

Foto yang dirilis menunjukkan Suu Kyi tampak santai dan sehat, namun tidak ada rincian mengenai kondisi kesehatannya ataupun isi pembicaraan selama pertemuan tersebut.

Sebelum pertemuan ini, informasi yang dapat diverifikasi tentang kondisi Suu Kyi sangat minim. Ia dipindahkan ke tahanan rumah pada Mei 2026, namun pengacaranya dan keluarga belum mendapat pemberitahuan resmi langsung dari militer.

Sebagian pihak menilai kemunculan Suu Kyi di media pemerintah berpotensi sebagai tanda pelonggaran tahanan atau persiapan pembebasan.

Sean Turnell, mantan penasihat ekonomi Suu Kyi, mengatakan bahwa langkah junta militer memperlihatkan upaya relasi publik untuk meyakinkan dunia atas legitimasi pemerintah militer saat ini, meski ia masih menyimpan keraguan atas informasi resmi yang dirilis.

Aung San Suu Kyi pernah berkuasa sejak 2015 dan berjuang demokrasi selama puluhan tahun sebelum kudeta 2021. Meskipun lama dipenjara, pengaruh dan kharismanya terhadap rakyat Myanmar tetap kuat.

Kim Aris menyatakan belum percaya sepenuhnya pada klaim militer terkait kondisi dan pemindahan tahanan ibunya hingga bisa berkomunikasi langsung atau diverifikasi pihak independen.

Dia juga menyerukan pembebasan ibu dan peningkatan tekanan internasional terhadap junta Myanmar, termasuk embargo senjata dan bantuan kemanusiaan bagi warga sipil terdampak perang.

Hubungan Kim Aris dengan ibunya terjalin sejak lama, termasuk saat ia mewakili Suu Kyi menerima Hadiah Nobel Perdamaian 1991 karena Suu Kyi tak dapat meninggalkan Myanmar.

Fokus utama Aris kini adalah memastikan komunikasi dengan ibunya kembali terbuka dan Suu Kyi dapat dibebaskan.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: Aung San Suu Kyi ICRC Myanmar
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author