Atap Kaca Panoramik SUV BYD Fang Cheng Bao Ti7 Dilaporkan Bocor
Mobil SUV listrik Fang Cheng Bao (FCB) Ti7 buatan BYD dilaporkan menghadapi keluhan massal dari konsumen di China. Para pemilik kendaraan tersebut mengeluhkan masalah kebocoran pada bagian atap kaca panoramik. Seperti dikutip dari Detik Oto, pengguna FCB Ti7 menyatakan bahwa panel atap kaca panoramik terlepas pada sudut kiri belakang.
Kerusakan tersebut memicu kebocoran air, menambah kebisingan angin, hingga memicu genangan air di area port pengisian daya belakang. Platform pengaduan konsumen otomotif di China, 12365auto, mencatat telah menerima 300 laporan terkait FCB Ti7 sejak resmi diluncurkan pada September 2025. Seluruh kendala atap bocor ini dilaporkan terjadi pada model Ti7 EV.
Sejumlah pemilik mengungkapkan bahwa kerusakan atap kaca panoramik yang kendor ini terdeteksi dalam waktu satu minggu setelah unit dikirim. Panel kaca yang longgar tersebut diklaim hanya bisa didorong kembali ke posisi semula secara sementara oleh pemiliknya.
Platform panduan konsumen China, SMZDM, turut mengonfirmasi bahwa rembesan air dari atap yang bocor membuat air menggenang di area port pengisian daya Ti7. Mengenai penyebab kerusakan, akun WeChat bernama 3YC Ownership Report yang berfokus pada produk BYD memberikan analisisnya. Mereka menduga kendala ini dipicu oleh komplikasi pada proses produksi, seperti pengaplikasian perekat yang tidak merata atau ketidakseimbangan tekanan saat pemasangan panel atap kaca.
Respons Produsen dan Penanganan Keluhan
Pihak BYD beserta jaringan dealer FCB dilaporkan telah merespons 99,2 persen dari total 300 keluhan yang masuk. Respons tersebut mencakup penanganan masalah atap kaca yang marak terjadi baru-baru ini, meskipun konsumen dikabarkan tetap tidak puas. Salah satu pemilik mobil memberikan kesaksian bahwa dirinya dihubungi oleh tim layanan purnajual BYD. Pihak pabrikan menawarkan perbaikan dengan syarat konsumen bersedia menghapus laporan keluhan yang telah diunggah.
Upaya negosiasi tersebut tidak membuahkan kesepakatan di antara kedua belah pihak. Konsumen yang bersangkutan juga melaporkan tidak mendapatkan kompensasi maupun tindakan perbaikan lebih lanjut. Mengenai situasi ini, BYD menyatakan bahwa kendala tersebut telah diteruskan kepada pihak berwenang. Pihak pabrikan meminta para pemilik kendaraan untuk menunggu komunikasi lanjutan dari staf resmi mereka.