Astra International Rencanakan Buyback Saham Senilai Rp8 Triliun

Share

PT Astra International Tbk (ASII) mengumumkan rencana aksi korporasi berupa pembelian kembali atau buyback saham dengan alokasi dana sebesar Rp8 triliun. Langkah strategis ini dijadwalkan akan meminta persetujuan para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 17 Juli 2026 mendatang, sebagaimana dilansir dari Bloomberg Technoz pada Kamis (11/6/2026).

Manajemen perusahaan menjelaskan bahwa aksi korporasi ini bertujuan memperkuat strategi pengelolaan modal serta meningkatkan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham. Instrumen ini dipilih guna mengoptimalkan alokasi modal dengan tetap menjaga stabilitas finansial perseroan.

"Pembelian kembali saham merupakan salah satu instrumen alokasi modal yang dapat digunakan perseroan untuk mengoptimalkan alokasi modal dan mendukung imbal hasil bagi pemegang saham dengan tetap menjaga fleksibilitas yang memadai untuk mendanai peluang pertumbuhan, serta mempertahankan posisi keuangan yang kuat," tulis manajemen ASII.

Manajemen menambahkan bahwa pelaksanaan buyback tidak akan mengganggu fleksibilitas pendanaan untuk menangkap peluang ekspansi di masa depan. Jumlah saham yang akan dibeli kembali dipastikan tidak melebihi 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan, serta menjaga batas minimum free float publik di atas 15 persen.

Pihak manajemen juga menegaskan bahwa ketersediaan arus kas dan permodalan saat ini sangat kuat untuk mendanai aksi korporasi tersebut tanpa mengganggu kegiatan operasional.

"Perseroan berkeyakinan bahwa pelaksanaan buyback tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kinerja operasional dan pendapatan perseroan," lanjut manajemen ASII.

Berdasarkan simulasi laporan keuangan per 31 Maret 2026, penggunaan seluruh anggaran Rp8 triliun akan menurunkan total aset dari Rp517,8 triliun menjadi Rp509,8 triliun, sementara ekuitas berkurang dari Rp293,1 triliun menjadi Rp285,1 triliun. Kendati demikian, indikator laba per saham atau earnings per share (EPS) justru diproyeksikan meningkat menjadi Rp149 dari sebelumnya Rp146 per saham.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author