Aston Villa Menantang SC Freiburg Pada Final Liga Europa di Istanbul

Share

Klub Inggris Aston Villa dijadwalkan bertanding melawan wakil Jerman SC Freiburg dalam laga final Liga Europa 2025/2026 di Tupras Stadium, Istanbul, Turki, pada Kamis (21/5/2026) pukul 02.00 WIB dini hari nanti.

Pertandingan pamungkas ini menjadi momentum besar bagi Aston Villa yang menembus final kompetisi Eropa pertama mereka sejak memenangi Piala Champions pada tahun 1982 silam. Sementara itu, SC Freiburg belum pernah memiliki pengalaman bertanding di partai puncak kompetisi kontinental sepanjang sejarah klub berdiri.

Klub asal Birmingham tersebut dinilai lebih unggul karena dipimpin oleh Unai Emery yang memegang rekor pelatih dengan gelar Liga Europa terbanyak melalui koleksi tiga trofi bersama Sevilla dan satu trofi dengan Villarreal. Di sisi lain, Freiburg yang berstatus non-unggulan mengincar kemenangan demi mengamankan trofi juara sekaligus tiket menuju Liga Champions musim depan.

Dukungan besar terhadap Aston Villa juga mengalir dari keluarga kerajaan Inggris, di mana komentator sepak bola Clive Tyldesley menegaskan bahwa kecintaan Pangeran William terhadap klub tersebut sangat tulus saat menghadiri pengukuhan gelar Commander of the Order of the British Empire (CBE) di Kastil Windsor.

"Tidak ada yang dibuat-buat tentang kecintaannya pada tim sepak bolanya. Dia bukan pendukung klub paling terkenal di negara ini," kata Clive Tyldesley kepada Press Association.

Tyldesley menambahkan bahwa hubungan emosional sang pangeran mencerminkan kedekatan nyata antara institusi kerajaan dengan sepak bola nasional Inggris setelah sebelumnya Pangeran William tertangkap kamera merayakan kemenangan empat gol tanpa balas atas Nottingham Forest di Villa Park.

"Dia adalah pendukung tim yang telah mengalami pasang surut dan akan segera menikmati, mudah-mudahan, momen indah minggu depan," lanjut Clive Tyldesley.

Penyiar senior tersebut juga mengungkapkan kegembiraannya menerima penghargaan CBE dan menceritakan bahwa topik pembicaraannya dengan Pangeran William tetap berputar di seputar perkembangan klub berjuluk The Villans tersebut.

"Anda akan terkejut jika dia tidak membicarakannya," kata Clive Tyldesley sambil bercanda.

Selain membahas persiapan pertandingan final, Tyldesley memberikan pandangannya mengenai implementasi teknologi VAR yang dinilai mempersulit tugas komentator di lapangan pertandingan.

"Saya pikir semua masalah komentator adalah masalah negara maju. Itu mungkin mempersulit hidup kami, tetapi tetap tidak mengubah pekerjaan ini sebagai pekerjaan yang selalu ingin saya lakukan," kata Clive Tyldesley.

Menurutnya, aturan penalti atau pelanggaran yang disesuaikan demi memfasilitasi rekaman video pembantu wasit justru berpotensi merusak kesederhanaan esensi sepak bola itu sendiri.

"Kita terlalu memikirkan detail kecil dari keputusan handball di level elite dan melupakan fakta bahwa keindahan sepak bola adalah semua orang bisa memainkannya," ucap Clive Tyldesley.

Pada upacara pengukuhan yang sama, mantan pesepak bola wanita Inggris Kerry Davis turut menerima penghargaan Member of the Order of the British Empire (MBE) atas kontribusinya terhadap dunia olahraga dan isu keberagaman.

"Permainan sepak bola wanita mungkin tertinggal 100 tahun dibanding sepak bola pria dalam hal peluang," ujar Kerry Davis.

Sebagai perempuan kulit hitam pertama yang memperkuat tim nasional wanita Inggris, Davis juga sempat mendiskusikan minat Putri Charlotte dalam bermain sepak bola saat berbincang dengan Pangeran William. Penggemar sepak bola di Indonesia dapat menyaksikan siaran langsung pertandingan final antara Freiburg melawan Aston Villa melalui layanan streaming Vidio.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author