Asnawi Mangkualam Berpeluang Cetak Sejarah di AFC Champions League Elite
Pemain bek kanan Port FC Asnawi Mangkualam berpeluang besar mengukir sejarah baru sebagai pesepak bola Indonesia keempat yang tampil di ajang kasta tertinggi Asia, AFC Champions League Elite 2026/2027. Kesempatan emas bagi kapten Timnas Indonesia tersebut terbuka lebar setelah Port FC dipastikan mengamankan tiket ke kompetisi bergengsi antarklub Asia. Kepastian ini diraih usai Port FC sukses menyegel posisi runner-up pada kompetisi Thai League 1 musim lalu.
Masa depan Asnawi di klub asal Thailand tersebut relatif aman. Bek Indonesia ini masih terikat masa bakti jangka panjang bersama Port FC hingga Juni 2029 mendatang, yang menempatkannya dalam skema utama tim menghadapi agenda Asia.
Kehadiran Port FC di kompetisi bergengsi ini menambah wakil Thailand pada era format baru kompetisi antarklub Asia. Pihak klub mengusung target tinggi dan menyatakan optimisme untuk meraih hasil maksimal pada musim 2026/2027.
Sebelum Asnawi, tercatat ada tiga pemain asal Indonesia yang lebih dulu merasakan atmosfer kompetisi tersebut. Tiga nama terdahulu meliputi Jordi Amat bersama Johor Darul Ta'zim, serta Sandy Walsh dan Shayne Pattynama yang membela Buriram United. Pasangan Sandy Walsh dan Shayne Pattynama mencatatkan prestasi paling menonjol sejauh ini. Keduanya sukses mengantarkan Buriram United melaju hingga babak perempat final pada edisi AFC Champions League Elite 2025/2026, meski tidak selalu menjadi pilihan utama di skuat inti.
Kompetisi AFC Champions League Elite sendiri merupakan ajang antarklub kasta tertinggi yang diselenggarakan oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) untuk menggantikan format lama. Turnamen ini dirancang untuk meningkatkan kualitas pertandingan serta nilai komersial kompetisi. Sistem kompetisi baru ini menerapkan babak penyisihan league stage yang diikuti oleh 24 klub terbaik Asia. Peserta dibagi rata menjadi 12 tim di Wilayah Barat dan 12 tim di Wilayah Timur, di mana setiap tim bakal melakoni empat laga kandang dan empat laga tandang.
Sebanyak delapan tim teratas dari masing-masing wilayah berhak melangkah ke babak 16 besar. Mulai babak perempat final hingga partai puncak, laga dipertandingkan dengan sistem gugur tunggal di lokasi terpusat, dan sang juara berhak atas tiket otomatis ke FIFA Intercontinental Cup serta FIFA Club World Cup. Di sisi lain, belum ada satu pun klub domestik asal Indonesia yang dapat mengirimkan wakilnya di ajang AFC Champions League Elite. Hal ini disebabkan oleh koefisien kompetisi klub domestik Indonesia yang belum memenuhi kualifikasi AFC.