Asing Jual Saham UNIC Rp256 Juta Menjelang Cum Date Dividen

Share

Investor asing mencatatkan aksi jual bersih senilai Rp256,59 juta pada saham PT Unggul Indah Cahaya Tbk (UNIC) dalam lima hari perdagangan terakhir menjelang masa cum date dividen pada Selasa, 26 Mei 2026.

Pelepasan saham oleh investor asing tersebut terjadi di tengah keputusan perseroan yang menetapkan dividen jumbo sebesar Rp1.447 per lembar saham untuk tahun buku 2025.

Dilansir dari Kabar Bursa, transaksi saham emiten produsen bahan baku deterjen ini terpantau sangat sepi di pasar reguler dengan volume perdagangan hanya mencapai 662 lot.

Pada perdagangan Selasa, 26 Mei 2026, harga saham UNIC menguat 1,65 persen atau naik 250 poin ke level 15.375 dengan nilai transaksi yang relatif kecil sebesar Rp1,01 miliar dari 200 kali frekuensi.

Data historis pasar menunjukkan bahwa tekanan jual dari pihak asing berlangsung selama tiga hari berturut-turut sejak 21 Mei 2026 dengan net sell masing-masing senilai Rp43,30 juta, Rp103,63 juta, dan Rp130,35 juta.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan pergerakan harga saham UNIC yang justru melonjak sekitar 20 persen dari level 12.800 menjadi 15.375 dalam empat hari perdagangan sejak 20 Mei 2026.

Berdasarkan data broker summary pada 25 Mei 2026, Mirae Asset Sekuritas Indonesia (YP) bertindak sebagai pembeli terbesar dengan nilai Rp175,4 juta pada harga rata-rata 15.200.

Sebaliknya, CGS International Sekuritas Indonesia (YU) menjadi penjual terbesar dengan nilai Rp124 juta disusul oleh broker DR yang melepas saham senilai Rp95,1 juta.

Secara teknikal, rangkuman indikator saham UNIC masih menunjukkan status strong buy karena seluruh moving average berada jauh di bawah harga pasar saat ini.

Kendati demikian, indikator momentum seperti RSI yang menyentuh angka 81,95 dan Stochastic RSI di level 100 mengindikasikan bahwa pergerakan saham ini sudah memasuki area jenuh beli.

Karakteristik transaksi UNIC yang tipis membuat arah pergerakan harga pasca pembagian dividen rentan mengalami fluktuasi tajam antara bertahan di level psikologis 15.000 atau jatuh menguji support 14.000.

Manajemen menjadwalkan pembayaran dividen final bagi para pemegang saham tunggal produsen Alkylbenzene di Indonesia ini pada 9 Juni 2026.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author