Militer AS Tembak Jatuh Drone Iran di Selat Hormuz

Share

Militer Amerika Serikat menembak jatuh beberapa pesawat tak berawak milik Iran di dekat Selat Hormuz pada Sabtu, 13 Juni 2026 malam waktu setempat.

Aksi ini terjadi di tengah pembicaraan kesepakatan damai sementara untuk membuka kembali jalur laut strategis tersebut yang masih berlangsung, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz.

US Central Command menyatakan pesawat tak berawak yang dihancurkan tersebut menargetkan kapal-kapal komersial di wilayah tersebut.

Insiden ini berlangsung beberapa jam setelah seorang pejabat pemerintahan Presiden Donald Trump menyatakan adanya peluang 80 persen hingga 85 persen bagi Washington dan Teheran untuk menandatangani perjanjian damai.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengonfirmasi bahwa kedaulatan Teheran atas selat tersebut akan tetap terjaga berdasarkan kesepakatan yang diusulkan.

Namun, ia menambahkan bahwa sistem pemerintahan di Selat Hormuz akan berbeda dari masa lalu ketika Teheran menyediakan layanan pengelolaan secara gratis.

"Kami lebih dekat ke kesepakatan daripada sebelumnya. Ini berarti hal itu mungkin terjadi dalam satu atau dua hari ke depan, atau mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan," kata Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran.

Araghchi juga menekankan bahwa Israel merupakan pihak yang menentang keras adanya kesepakatan tersebut.

"musuh" kata Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran.

Kementerian Luar Negeri Iran saat ini masih meninjau draf tersebut, sementara ketentuan perjanjian perlu disetujui oleh Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei.

Di sisi lain, pengamat pertahanan menilai kesepakatan bertahap ini memiliki risiko kerentanan yang tinggi dalam pelaksanaannya.

"Setiap kesepakatan yang menunda penyelesaian masalah-masalah paling kritis dan didasarkan pada syarat-syarat tertentu akan menempatkan AS dan Iran persis di posisi mereka saat ini: gencatan senjata yang rapuh hanya secara nama, yang secara rutin diuji dan rentan terhadap kekerasan," kata Becca Wasser, kepala bidang pertahanan di Bloomberg Economics.

Proses negosiasi ini terus berjalan dengan melibatkan jajaran pejabat senior AS termasuk Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Jared Kushner, dan Kepala Staf Gedung Putih Susie Wiles.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author