AS Beli Yen untuk Perkuat Mata Uang Jepang

Share

Pemerintah Amerika Serikat melakukan pembelian mata uang yen Jepang pada Jumat (31/7/2026) untuk membantu menopang nilai tukar yang merosot ke level terendah dalam empat dekade terakhir. Langkah intervensi bilateral ini dilakukan di tengah tekanan ekonomi global akibat kenaikan biaya energi pasca perang AS-Iran, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.

Aksi korporasi pasar uang antarnegara ini menandai tindakan pertama AS dalam sepuluh tahun terakhir untuk menstabilkan mata uang sekutunya. Pelemahan yen sebelumnya memicu inflasi tinggi di Jepang akibat lonjakan harga impor minyak dan gas, meskipun di sisi lain memberi keuntungan bagi eksportir lokal dan sektor pariwisata.

Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi bahwa langkah stabilisasi mata uang ini diambil setelah menerima permintaan langsung dari pemerintah Jepang.

"Yen mereka melemah, dan mereka menginginkan sedikit bantuan, dan kami selalu ada untuk Jepang," kata Trump.

Keputusan tersebut diambil AS guna menekan dampak dolar yang terlalu kuat terhadap harga produk ekspor domestik di pasar global. Langkah pembelian senilai US$ 5 miliar hingga US$ 10 miliar ini juga menyusul aksi Federal Reserve yang menjual euro untuk mengumpulkan yen.

Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama menilai intervensi gabungan ini penting untuk meredam gejolak mata uang yang tidak teratur dalam beberapa bulan terakhir. Senada dengan hal tersebut, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan kesiapan pemerintahnya untuk kembali terlibat dalam tindakan serupa.

"Kami sangat mendukung langkah-langkah pasar dan moneter Jepang yang tegas untuk mengoreksi undervaluation yang signifikan terhadap yen," kata Bessent.

Meskipun ada intervensi besar-besaran, kalangan analis finansial meragukan langkah ini mampu mengubah tren pelemahan yen secara fundamental. Kepala strategi valuta asing Bank of America Securities Shusuke Yamada menilai intervensi tersebut hanya sekadar mengulur waktu.

Sementara itu, lembaga riset Barclays menyebutkan bahwa meskipun ada penguatan jangka pendek, tekanan penurunan nilai tukar yen dalam jangka panjang diperkirakan bakal tetap berlanjut.

"Meskipun JPY menguat lebih lanjut dalam jangka pendek, kami tetap percaya bahwa tekanan penurunan jangka panjang masih tetap ada," kata Barclays.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author