Aryna Sabalenka Menepis Kutipan Roger Federer di Berlin Open 2026
Petenis tunggal putri nomor satu dunia Aryna Sabalenka berhasil melaju ke babak perempat final turnamen WTA 500 Berlin Open 2026 setelah menumbangkan Ekaterina Alexandrova dengan skor kembar 6-4, 6-4 pada Rabu, 17 Juni 2026.
Kemenangan performa impresif petenis asal Belarusia tersebut justru diikuti dengan momen wawancara di atas lapangan yang memicu kritik tajam dari para penggemar tenis karena dinilai aneh dan membuat tidak nyaman.
Sesi tanya jawab yang dipandu oleh seorang jurnalis tersebut mendesak Sabalenka dengan serangkaian pertanyaan mengenai statusnya sebagai pemain terbaik dunia dan cara pandang mantan petenis legendaris Roger Federer.
"Never. I think if I woke up like that, I wouldn't be number 1 for so many weeks." kata Aryna Sabalenka, Petenis Nomor Satu Dunia.
Sabalenka menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memikirkan kenyamanan posisi puncak saat terbangun di pagi hari, melainkan fokus pada evaluasi mendalam demi menjaga konsistensi permainannya agar tidak lengah.
"Never. I think if I would wake up like that I wouldn't be world No. 1 for so many weeks. I wake up every day thinking, 'Okay how can I improve myself even more so I can stay longer at this position,'" cetus Aryna Sabalenka, Petenis Nomor Satu Dunia.
Pewawancara kemudian mencoba mengonfirmasi sebuah pernyataan yang diklaim pernah diucapkan oleh Federer mengenai perbedaan mencolok antara petenis nomor satu dengan pemain di bawahnya.
"I don't think he said that," sanggah Aryna Sabalenka, Petenis Nomor Satu Dunia.
Jurnalis tersebut lalu memperjelas bahwa maksud Federer adalah adanya jurang pemisah besar antara peringkat satu dan dua, yang kemudian langsung ditanggapi secara diplomatis oleh Sabalenka.
"I don't know, it's difficult. What I can say is that it's really not easy. Everything comes down to details, to 1%.
Maybe at times I am slightly better than the other girls, but honestly, all players are very strong. Every match is a battle and you have to play your best tennis to get the victory. So I don't necessarily agree with that phrase, but maybe that's the mentality I should have, I don't know (laughs)." ujar Aryna Sabalenka, Petenis Nomor Satu Dunia.
Petenis yang sempat berkonsultasi dengan psikiater pasca-kekalahan di Roland Garros dari Diana Shnaider ini kembali dihujani kutipan Federer lain tentang kenyamanan berstatus sebagai pemain favorit di setiap laga.
"You came here with really tough questions (laughs). I like being number one because it means everyone is chasing you and I have a target on my back. I love the challenge and I'm ready." tutur Aryna Sabalenka, Petenis Nomor Satu Dunia.
Dilansir dari Pro Football Network, para penggemar tenis mengecam keras pewawancara karena dianggap mencoba menggiring opini agar Sabalenka terlihat sombong, meskipun sang atlet berhasil meresponsnya dengan tenang dan penuh humor.
Pada pertandingan babak perempat final berikutnya, Aryna Sabalenka dijadwalkan menghadapi petenis muda Nikola Bartůňková yang sebelumnya sukses mengandaskan Elise Mertens dengan skor 6-1, 6-4.