Arya Adrean Pecahkan Rekor Nasional Renang di Kejurnas Akuatik 2026
Prestasi luar biasa ditorehkan oleh atlet renang Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Arya Adrean Putra Haryono, dalam Kejurnas Akuatik Indonesia 2026. Perenang yang kini berusia 19 tahun tersebut berhasil memecahkan rekor nasional sekaligus melampaui rekor SEA Games untuk nomor 100 meter gaya dada, seperti dikutip dari Bola.
Ajang olahraga tersebut berlangsung di Stadion Akuatik GBK, Senayan, Jakarta, sejak 28 April sampai 7 Mei 2026. Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini berhasil menyentuh garis finis paling awal dengan perolehan catatan waktu 1 menit 0,88 detik.
Lewat raihan emas tersebut, Arya sukses melampaui rekor nasional milik M. Dwiky Raharjo yang mencatatkan waktu 1 menit 1,75 detik. Catatan waktu pemuda ini bahkan lebih tajam dari rekor SEA Games milik perenang asal Vietnam, Pham Thanh Bao, dengan waktu 1 menit 0,97 detik.
Atas capaian gemilang ini, Arya beserta sang pelatih, Papin Prasetyo, mendapatkan apresiasi khusus berupa bonus penghargaan dari Ketua Umum Akuatik Indonesia DIY, Maryanto. Penghargaan diserahkan langsung di sela Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Federasi Akuatik Indonesia DIY di Sleman pada Sabtu (9/5/2026).
Keberhasilan Arya menjadi momen yang sangat emosional bagi dunia akuatik Kota Gudeg. Provinsi DIY tercatat sudah menanti hampir selama 40 tahun untuk kembali memiliki atlet lintasan yang mampu memecahkan rekor nasional.
Catatan sejarah serupa terakhir kali diukir oleh Whilton Leo dan Boyke Dharma pada ajang SEA Games 1987. Kala itu, Whilton memecahkan rekornas di nomor 200 meter gaya kupu-kupu, sementara Boyke membukukannya pada nomor estafet 4×200 meter gaya bebas.
"Sebagai prestasi yang membanggakan karena setelah penantian 40 tahun akhirnya muncul atlet lintasan DIY yang mampu memecahkan rekor nasional. Tak hanya rekor nasional, Arya juga melampaui rekor SEA Games," ujar Maryanto.
Federasi Akuatik Indonesia DIY menyerahkan bonus uang tunai senilai Rp20 juta kepada Arya sebagai apresiasi. Reward ini dianggap layak lantaran sang perenang juga mendominasi dengan menyabet medali emas pada nomor 50 meter dan 200 meter gaya dada.
Mahasiswa jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO) UNY tersebut juga membawa pulang medali perak dari nomor 50 meter gaya kupu-kupu. Rentetan hasil positif ini membuatnya dinobatkan sebagai perenang terbaik untuk kategori umum terbuka.
"Pemberian bonus ini sebagai bentuk penghargaan untuk atlet agar kian termotivasi meraih prestasi lebih tinggi. Apalagi Arya juga sudah masuk pelatnas dan ada harapan bisa tampil di Asian Games dan menembus SEA Games 2027," lanjut Maryanto.
Dominasi Kontingen DIY di Kejurnas 2026
Capaian podium yang diraih Arya diikuti oleh performa impresif dari rekan-rekan satu kontingennya. Sejumlah perenang perwakilan DIY terpantau ikut menyumbangkan medali dari berbagai nomor perlombaan.
Al Fath Mahesa sukses mengamankan medali emas pada nomor 50 meter gaya kupu-kupu, ditambah dengan raihan satu medali perak serta satu medali perunggu. Sementara itu, Sekar Anggita Nareswari berhasil membawa pulang medali perak dari nomor Event Solo Free Routine.
Medali lain datang melalui penampilan Gloria Adara Pramudita Wibowo yang meraih perak pada nomor Stroke Event Torpedo 25 meter. Gloria juga mengamankan perunggu di Event Duet KU C bersama pasangannya, Elova Griselda Putri Dehasto.
"Kami bersyukur para atlet DIY meraih sejumlah medali di Kejurnas. Tentu, kami berharap prestasi ini bisa ditingkatkan," kata Maryanto.
"Tugas Pengda tak lain mengantarkan anak-anak ke pelatnas. Pengda memang menyiapkan program jangka panjang untuk pembinaan atlet. Pada kepengurusan periode sebelumnya, kami memang belum melahirkan atlet berprestasi. Namun periode kali ini sudah memberi hasil lebih baik," sambungnya.
Target Menuju Kompetisi Internasional
Arya Adrean mengungkapkan rasa puasnya setelah berhasil memecahkan rekor nasional di level kejurnas. Meski demikian, perenang muda ini menegaskan tekadnya untuk tidak cepat berpuas diri demi mengejar target yang lebih tinggi.
"Saya berharap bisa lolos ke Asian Games 2026. Hanya persaingan di Asia memang sangat ketat. Tidak hanya dari China tetapi juga Jepang dan Korea Selatan yang tidak mudah dihadapi. Di Asian Games, saya fokus pada pencapaian best time lebih dulu karena berat untuk meraih medali," harap Arya.
Di samping membidik kompetisi Asian Games, Arya memproyeksikan ajang SEA Games 2027 sebagai sasaran utama berikutnya. Dirinya bertekad kuat untuk dapat menyumbangkan prestasi bagi Indonesia pada kejuaraan multievent regional Asia Tenggara tersebut.