Arus Keluar ETF Tekan Harga Bitcoin di Bawah 60 Ribu Dolar AS

Share

Harga Bitcoin mengalami penurunan hingga di bawah level psikologis 60.000 dolar AS di perdagangan bursa aset digital pada Senin, 29 Juni 2026. Pelemahan ini dipicu oleh besarnya arus keluar dana Exchange Traded Fund (ETF) serta sentimen kebijakan moneter ketat Bank Sentral Amerika Serikat.

Dilansir dari Ajaib, aset kripto terbesar di dunia ini bertengger di kisaran 59.000 hingga 60.000 dolar AS setelah melemah sekitar 1 persen dalam 24 jam terakhir. Kondisi tersebut menempatkan dominasi pasar Bitcoin pada level 58,55 persen dengan total kapitalisasi pasar kripto global menyusut menjadi 2,03 triliun dolar AS.

Laporan dari Investing.com melalui Metrotvnews menunjukkan bahwa penurunan harga ini membuat Bitcoin berada di jalur kerugian kuartalan untuk kedua kali berturut-turut. Tekanan jual institusional diperparah oleh aksi keluar modal dari ETF spot Bitcoin di AS yang mencatat penarikan bersih selama tujuh hari perdagangan berturut-turut.

Data dari pasar menunjukkan pergerakan aset kripto harian yang bervariasi di tengah tekanan pasar global.

Daftar Top Gainer dan Top Losers Aset Kripto
Top Gainer Persentase Top Losers Persentase
Act I : The AI Prophecy (ACT) +34,45% Skyai (SKYAI) -44,65%
Synapse (SYN) +27,10% MYX Finance (MYX) -22,05%
ETHGas (GWEI) +23,90% Pivx (PIVX) -21,90%

Rekor penarikan mingguan terbesar dalam sejarah ETF Bitcoin mencatat angka 1,79 miliar dolar AS, yang dipimpin oleh produk IBIT milik BlackRock sebesar 1,3 miliar dolar AS. Berdasarkan data Pintu, kepanikan pasar ini mendorong Crypto Fear and Greed Index jatuh ke angka 13 yang masuk dalam zona Extreme Fear terdalam sejak awal tahun.

Meskipun terjadi tekanan jual massal dari retail, data on-chain mendeteksi peningkatan volume transaksi dari investor besar atau whale untuk akumulasi saat harga melemah. Di sisi lain, pelaku pasar luar negeri juga memantau ketidakpastian regulasi draf CLARITY Act di AS yang diperkirakan tertunda dari target pengesahan awal Juli.

Analisis dari Indodax menyebutkan perdebatan mengenai status Bitcoin sebagai emas digital kembali mencuat setelah aset emas konvensional justru naik 64 persen di periode yang sama. Kendati demikian, beberapa lembaga investasi seperti ARK Invest tetap memproyeksikan target jangka panjang kapitalisasi pasar Bitcoin mampu menembus 16 triliun dolar AS pada tahun 2030.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author