Arsenal Tambah Christos Tzolis dan Pemain Baru di FPL Musim 2026/27
Arsenal resmi menambahkan Christos Tzolis ke dalam skuat Fantasy Premier League (FPL) musim 2026/27, bersama dua pemain baru dari Nottingham Forest dan Hull City, Jumat lalu, sebagai bagian dari jendela transfer musim panas.
Tzolis, winger Arsenal, dibanderol £6,5 juta setelah musim gemilang di Club Brugge dengan 17 gol dan 23 assist. Namun, ketidakpastian peran reguler di Arsenal membuat harga Tzolis relatif rendah di FPL.
Musim lalu, rotasi pemain menyerang Arsenal cukup tinggi. Bukayo Saka jadi pemain dengan start terbanyak sebagai winger, sementara Eberechi Eze, Martin Odegaard, dan Gabriel Martinelli rata-rata hanya bermain di bawah 60 menit per pertandingan. Tzolis berada di level harga yang sama dengan mereka.
Nottingham Forest mendatangkan Xaver Schlager dari RB Leipzig seharga £5,0 juta. Schlager akan bersaing dengan Ibrahim Sangare untuk posisi gelandang bertahan yang ditinggalkan Elliot Anderson. Namun, data musim sebelumnya menunjukkan Anderson unggul dalam kontribusi defensif dibandingkan dengan Schlager dan Sangare.
Matt Targett yang bergabung dengan Hull City secara gratis juga masuk di FPL dengan harga £4,0 juta. Meskipun Targett pernah mencetak 138 poin di Fantasy bersama Aston Villa pada 2020/21, tren penilaian terbaru lebih menguntungkan bek tengah seperti Charlie Hughes yang mencatat rata-rata 11,8 clearance, blok, intersep, dan tekel per 90 menit pada musim lalu.
Christos Tzolis menjadi transfer termahal dalam sejarah sepak bola Yunani saat bergabung dengan Arsenal pada minggu ini, sebagai bagian dari skuad juara Premier League. Namun, sejarah pemain Yunani di Arsenal menunjukkan tantangan besar yang harus dihadapi Tzolis.
Giannis Tavlaridis yang bermain pada 2001-2003 tidak meninggalkan kesan kuat di Arsenal. Sementara Konstantinos Mavropanos kerap cedera dan menjalani masa pinjaman sebelum akhirnya dijual ke Stuttgart.
Sokratis Papastathopoulos, salah satu pemain Yunani lainnya, membawa kualitas kepemimpinan dan agresivitas. Namun, masa-masa terakhirnya di Arsenal penuh pergolakan dan akhirnya ia tidak lagi masuk skuad utama serta dilepas setelah sempat mendapatkan menit bermain yang sangat terbatas.
Terlepas dari itu, Sokratis tetap menunjukkan profesionalisme tinggi selama masa sulitnya di Arsenal, termasuk tampil di final Piala FA 2020 meski posisinya sudah tidak aman.