Arsenal Berpeluang Hapus Kutukan Finalis Liga Champions

Share

Arsenal kini berada di ambang momen krusial untuk mencatatkan nama mereka dalam sejarah sepak bola Eropa. Seperti dikutip dari Bola, klub asal London Utara ini memiliki peluang besar untuk merengkuh trofi Liga Champions 2025/2026 sekaligus mengamankan gelar Premier League.

Di kompetisi domestik, tim asuhan Mikel Arteta masih kokoh berada di puncak klasemen sementara dengan raihan 76 poin hingga pekan ke-35. Meriam London memimpin dengan selisih enam angka dari Manchester City yang membayangi di peringkat kedua dengan 71 poin.

Skenario emas juga terbuka di panggung Eropa setelah Bukayo Saka dan kawan-kawan berhasil menembus babak final dengan menyingkirkan Atletico Madrid. Pada laga pamungkas yang akan digelar di Stadion Puskas Arena, Budapest, Hongaria, pada 30 Mei 2026, Arsenal bakal menantang raksasa Prancis, Paris Saint-Germain (PSG).

Sejarah mencatat bahwa Arsenal belum pernah sekalipun memenangi kompetisi antarklub paling bergengsi di Benua Biru ini. Peluang terbaik mereka sebelumnya terjadi 20 tahun lalu, tepatnya pada 2006, saat mereka harus mengakui keunggulan Barcelona dengan skor 1-2 di partai puncak.

Selain Arsenal, terdapat sejumlah klub papan atas Eropa lainnya yang hingga kini belum pernah merasakan gelar juara Liga Champions. Berdasarkan data yang dihimpun dari Give Me Sport, berikut adalah daftar enam tim besar yang masih menanti trofi perdana mereka.

Bayer Leverkusen mencatatkan pencapaian tertinggi mereka dengan mencapai final pada tahun 2002. Namun, ambisi klub Jerman ini digagalkan oleh Real Madrid lewat kekalahan 1-2, yang ditentukan oleh gol ikonik dari Zinedine Zidane.

Musim tersebut menjadi momen yang menyakitkan bagi Bayer Leverkusen karena mereka harus puas menjadi runner-up di tiga kompetisi sekaligus, yaitu Liga Champions, liga domestik, dan piala domestik. Catatan ini menyamai rekor buruk Barcelona yang terjadi pada tahun 1986.

5. Lyon

Hingga saat ini, hanya ada dua klub Prancis yang mampu memenangi Liga Champions, yaitu Marseille dan PSG. Lyon sebenarnya memiliki beberapa kesempatan emas, namun langkah mereka selalu terhenti di babak semifinal.

Kekalahan semifinal pertama terjadi pada tahun 2010 saat mereka takluk dari Bayern Munchen dengan agregat 0-4. Sepuluh tahun berselang, tepatnya pada 2020, Lyon kembali disingkirkan oleh lawan yang sama dengan skor 0-3 dalam format satu leg di Portugal akibat pandemi COVID-19.

4. AS Roma

Sebagai salah satu klub dengan tradisi kuat di Italia, AS Roma belum mampu mereplika kesuksesan domestik mereka di level tertinggi Eropa. Giallorossi tercatat baru sekali menembus babak final pada tahun 1984.

Bermain di kandang sendiri, Stadion Olimpico, AS Roma yang lebih difavoritkan justru kalah dari Liverpool melalui drama adu penalti setelah bermain imbang 1-1. Langkah terjauh mereka setelah itu adalah mencapai semifinal pada 2018, di mana mereka kembali didepak oleh Liverpool dengan agregat ketat 6-7.

3. Tottenham Hotspur

Tottenham Hotspur mencatatkan satu-satunya penampilan mereka di final Liga Champions pada tahun 2019. Perjalanan dramatis mereka menuju partai puncak dilalui dengan menyingkirkan Dortmund, Manchester City, dan Ajax.

Namun, impian The Lilywhites kandas di Madrid setelah menelan kekalahan 0-2 dari Liverpool akibat gol penalti cepat Mohamed Salah dan gol larut Divock Origi. Kekalahan ini memperpanjang masa paceklik trofi bagi klub London Utara tersebut.

2. Arsenal

Sebelum berhasil kembali menembus final musim ini setelah melewati hadangan Bayer Leverkusen, Sporting CP, dan Atletico Madrid, Arsenal pernah merasakan kegagalan di final 2006. Saat itu, gol Sol Campbell sempat membawa Arsenal unggul sebelum Barcelona membalikkan keadaan lewat Samuel Eto'o dan Juliano Belletti.

Dampak kekalahan dua dekade lalu itu kian terasa berat setelah bintang utama mereka, Thierry Henry, memutuskan hengkang ke Barcelona pada musim berikutnya. Kini, Arsenal memiliki kesempatan kedua untuk menebus kegagalan masa lalu tersebut.

1. Atletico Madrid

Atletico Madrid menjadi klub dengan catatan paling tragis setelah gagal di tiga laga final Liga Champions yang mereka lalui. Dua kekalahan di antaranya terjadi secara beruntun dari rival sekota mereka, Real Madrid, melalui babak perpanjangan waktu dan adu penalti.

Pada final 2014, kemenangan Atletico yang sudah di depan mata sirna oleh gol penyeimbang Sergio Ramos di menit ke-93, sebelum akhirnya takluk 1-4. Dua tahun kemudian, mereka kembali kalah menyakitkan lewat adu penalti setelah bermain imbang 1-1 hingga babak perpanjangan waktu.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author