Arnold Schwarzenegger Ternyata Bukan Pilihan Utama Pemeran Terminator
Film Terminator menjadi salah satu karya sinema yang ikonik dan melambungkan nama Arnold Schwarzenegger sebagai aktor laga papan atas. Namun, karakter cyborg ikonik tersebut awalnya tidak dirancang untuk dirinya, seperti dilansir dari Detikcom.
Sutradara James Cameron mulai dikenal di dunia hiburan pada era 1980-an setelah menggarap Piranha II: The Spawning. Ia kemudian menyiapkan proyek fiksi ilmiah mengenai robot masa depan yang dikirim untuk memburu ibu dari pemimpin perlawanan manusia.
James Cameron awalnya mendekati beberapa aktor untuk proyek bertajuk The Terminator (1984) ini. Salah satu aktor yang didekati adalah Arnold Schwarzenegger, yang kala itu sedang disibukkan dengan promosi film Conan the Barbarian (1982).
Dalam wawancara bersama Graham Bensinger pada 2022, Arnold Schwarzenegger mengungkapkan bahwa dirinya semula ditawari peran Kyle Reese. Karakter Kyle Reese merupakan pria yang bertugas melindungi Sarah Connor yang diperankan Linda Hamilton.
Peran Terminator sendiri pada awalnya ditawarkan kepada aktor OJ Simpson. Rencana tersebut berubah total saat Arnold Schwarzenegger dan James Cameron mengadakan pertemuan makan siang bersama.
Dalam pertemuan itu, Arnold Schwarzenegger memberikan masukan agar karakter Terminator bergerak kaku layaknya robot. Ia menyarankan agar akting robot tersebut meniru penampilan Yul Brynner dalam film Westworld (1973).
Gagasan tersebut membuat James Cameron tertarik dan langsung mengubah keputusan penokohan filmnya.
"Tak ada satu pun yang bisa mengerti The Terminator lebih baik dari mu, jadi aku pikir kita sepakat jika kau harus menjadi Terminator," ujar Cameron kala itu.
Penolakan Awal dan Dialog Ikonik
Meskipun ditawari peran utama, Arnold Schwarzenegger sempat menolak karena menganggap karakter tersebut memiliki dialog yang terlalu sedikit. Namun, James Cameron berhasil meyakinkannya bahwa karakter ini akan mengukir sejarah baru.
"Percaya padaku, aku akan menampilkan karakter itu sehingga kau tak akan hanya menjadi villain nomor satu yang pernah mereka lihat, tapi juga pahlawan nomor satu," tutur James Cameron.
Arnold Schwarzenegger kemudian memikirkan tawaran tersebut setelah pulang ke rumah.
"Besoknya aku bangun dan mengatakan pada diriku, ia benar. Itu akan menjadi karakter yang paling dikenang jika aku memainkannya dengan benar," kenang Arnold.
Proses produksi juga diwarnai perdebatan mengenai dialog ikonik. James Cameron awalnya meminta Arnold Schwarzenegger mengucapkan kalimat 'l'll come back', tetapi sang aktor merasa kalimat itu terdengar aneh dan mengusulkan kata 'I will be back'.
James Cameron menolak usulan tersebut dan tetap bersikeras dengan keputusannya hingga akhirnya memodifikasi dialog menjadi 'I'll be back'.
"Ia (James Cameron) mengatakan,'Apakah kau penulis (naskah)?' Dan ku jawab,'Tidak,' lalu ia pun berkata,'Ya kenapa kau memberitahukan ku bagaimana harus menulisnya,'" kenangnya.
Kalimat tersebut kini menjadi salah satu kutipan paling populer dalam sejarah perfilman dunia.
"Itu menjadi dialog yang paling banyak di-quote di dalam film, ku rasa di sepanjang sejarah perfilman. Jadi ini hanya untuk menunjukkan padamu siapa yang benar dan siapa yang salah," tambahnya.
Film The Terminator akhirnya berhasil menduduki puncak box office selama dua pekan. Sinema ini meraup pendapatan sebesar 78,3 juta USD dari anggaran produksi yang hanya sebesar 6,4 juta USD.