Arkeolog Temukan Sisa Wine Berusia 2.300 Tahun di Kompleks Makam Qin

Share

Arkeolog di China menemukan sisa minuman beralkohol berusia sekitar 2.300 tahun yang berasal dari kompleks makam era Dinasti Qin di Ningxia, dekat Tembok Besar Qin di Kota Guyuan.

Penemuan ini melibatkan cairan kuno sebanyak 3.740 mililiter yang tersimpan dalam bejana perunggu berbentuk kepala bawang putih dengan sistem penyegelan berlapis yang menjaga isi dari penguapan.

Tim gabungan dari Ningxia Institute of Cultural Relics and Archaeology dan School of Cultural Heritage Northwest University meneliti sisa minuman tersebut menggunakan metode analisis modern.

"Kami menemukan 24 kelompok senyawa dalam cairan itu, termasuk asam organik, asam amino, dan karbohidrat," ujar tim peneliti seperti dilansir dari Detik Food.

Penelitian juga menunjukkan pola asam organik cairan tersebut sangat mirip dengan huangjiu modern, yaitu minuman anggur kuning tradisional China.

"Masyarakat Qin telah menguasai teknik fermentasi biji-bijian lebih dari 2.000 tahun lalu," kata para peneliti.

Keahlian fermentasi ini menunjukkan tingkat teknologi pembuatan minuman yang maju pada masa Periode Negara-Negara Berperang, sekitar 2.300 tahun yang lalu.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: arkeologi budaya china sejarah
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author