Argentina Tekuk Swiss Melalui Babak Tambahan Piala Dunia 2026

Share

Tim nasional Argentina melaju ke babak semifinal Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Swiss dengan skor 3-1 melalui babak perpanjangan waktu pada pertandingan perempat final di Arrowhead Stadium, Kansas City, Minggu (12/7/2026) pagi WIB.

Kemenangan skuad asuhan Lionel Scaloni dipastikan lewat gol Alexis Mac Allister pada menit ke-10, Julian Alvarez pada menit ke-112, dan Lautaro Martinez di masa injury time babak tambahan, sementara Swiss sempat membalas melalui Dan Ndoye.

Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, sempat menghadapi pertanyaan tajam dalam konferensi pers sebelum pertandingan mengenai tuduhan bahwa timnya dianakemaskan oleh FIFA sejak Piala Dunia 2022 hingga laga kontra Mesir di babak sebelumnya.

"Pada tahun '86 mereka juga mengatakan bahwa kami mendapatkan perlakuan istimewa. Jadi, ini bukan hal baru," kata Scaloni dilansir dari TyC Sports.

Scaloni menilai sentimen negatif tersebut muncul karena dalam sepak bola selalu ada pihak yang tidak menginginkan tim tertentu meraih kemenangan.

"Seingat saya, Argentina selalu menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan dalam turnamen ini, dan dalam beberapa hal, ini digunakan untuk menunjukkan kepada para pemain bahwa ada orang-orang yang tidak ingin Argentina menang, tetapi itu normal, sama seperti ada orang-orang yang tidak ingin tim lain menang," katanya.

Sebagai strategi motivasi, tim pelatih menggunakan atmosfer negatif dari luar lapangan untuk membakar semangat juang para pemain di dalam stadion.

"Mungkin ada lebih banyak orang yang tidak ingin kami menang, dan kami memperhitungkannya. Para pemain memahaminya. Kami menggunakannya sebagai semacam pemberontakan untuk membuat mereka bermain lebih baik lagi," tambah Scaloni.

Ia juga menegaskan bahwa keberadaan teknologi modern di sepak bola masa kini membuat segala bentuk manipulasi pertandingan menjadi tidak mungkin dilakukan.

"Dengan VAR saat ini, sangat sulit untuk mendapatkan bantuan. Tidak ada ruang untuk interpretasi ganda dalam VAR," katanya.

Scaloni mencontohkan keputusan wasit Francois Letexier pada laga sebelumnya yang menganulir gol lawan karena pelanggaran nyata terhadap bek Lisandro Martinez.

"Lisandro [Martínez] kakinya diinjak—sedikit, banyak, atau hampir tidak—dan itu adalah pelanggaran. Tidak ada cara lain untuk menafsirkannya," tukasnya.

Ia mengakhiri penjelasannya dengan menyatakan bahwa narasi miring tersebut hanyalah dinamika yang dibesar-besarkan di jagat maya.

"Tidak ada yang namanya 'bantuan' dalam sepak bola. Mengingat ini tahun 2026, with all the technology that is there, it is impossible. In the end, the rules are there.

The rules are clear. It's more about the rules than reality," pungkasnya.

Berdasarkan catatan statistik elgrafico.com.ar, dalam laga ini Scaloni menurunkan komposisi pemain yang sama persis seperti saat menghadapi Mesir, sebuah keputusan langka karena ia hanya pernah mengulangi susunan starter sebanyak tiga kali dari 102 pertandingan sebelumnya.

Pertandingan berjalan ketat saat umpan sepak pojok Lionel Messi disundul Mac Allister untuk membuka keunggulan, sebelum Swiss menyamakan kedudukan lewat sepakan keras Dan Ndoye pada menit ke-68 memanfaatkan operan Ricardo Rodriguez.

Laga berbalik menguntungkan Albiceleste setelah penyerang Swiss, Breel Embolo, diusir wasit akibat kartu kuning kedua karena dianggap melakukan simulasi, setelah tinjauan VAR membatalkan kartu untuk Leandro Paredes.

Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan Argentina pada babak extra time melalui tendangan melengkung Julian Alvarez ke pojok atas gawang Gregor Kobel, sebelum ditutup oleh gol serangan balik Lautaro Martinez.

Dengan hasil pertandingan ini, Argentina dijadwalkan menghadapi Inggris pada laga semifinal yang akan berlangsung 16 Juli 2026 mendatang.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author